Dakwah Sunnah | Kajian Ahlu Sunnah Wal Jamaah

Seputar Hukum Menghadiahkan Amalan Kepada Mayat Kajian Pertama Bag 1/3

"SHALAFUSH SHALIH BERTAKBIR DI 10 HARI DZULHIJJAH"

 

 

عَنْ مُجَاهِدٍ، قَالَ: " كَانَ أَبُو هُرَيْرَةَ وَابْنُ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا يَخْرُجَانِ أَيَّامَ الْعَشْرِ إِلَى السُّوقِ، فَيُكَبِّرَانِ، فَيُكَبِّرُ النَّاسُ مَعَهُمَا، لَا يَأْتِيَانِ السُّوقَ إِلَّا لِذَلِكَ "

 

 Artinya: “Mujahid rahimahullah berkata: “Abu Hurairah dan Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, pergi  menuju pasar, maka keduanya bertakbir dan orang-orang bertakbir bersama mereka berdua, keduanya tidak dating ke pasar kecuali untuk itu.” Lihat Kitab Akhbar Makkah, karya Al Fakihi, 3/10.

 

عَنْ ثَابِتٍ، قَالَ: " كَانَ النَّاسُ يُكَبِّرُونَ أَيَّامَ الْعَشْرِ حَتَّى نَهَاهُمُ الْحَجَّاجُ " وَالْأَمْرُ بِمَكَّةَ عَلَى ذَلِكَ إِلَى الْيَوْمِ، يُكَبِّرُ النَّاسُ فِي الْأَسْوَاقِ فِي الْعَشْرِ

 

 Artinya: “Tsabit rahimahullah berkata: “orang-orang kebiasaan mereka bertakbir pada 10 hari pertama Dzulhijjah sampai mereka dilarang oleh Al Hajjaj”. Dan keadaan di kota Mekkah seperti itu sampai hari ini, orang-orang bertakbir di pasar-pasar di sepuluh hari pertama Dzulhijjah.” Lihat kitab Akhbar Makkah, karya Al Fakihi 2/373.

 

عَنْ مُجَاهِدٍ: أَنَّهُ " كَرِهَ الْقِرَاءَةَ فِي الطَّوَافِ أَيَّامَ الْعَشْرِ، وَيَسْتَحِبُّ فِيهِ التَّسْبِيحَ وَالتَّهْلِيلَ وَالتَّكْبِيرَ، وَلَمْ يَكُنْ يَرَى بِهَا بَأْسًا قَبْلَ الْعَشْرِ وَلَا بَعْدَهَا "

 

Artinya: “Mujahid membenci membaca Al Quran di dalam thawaf tatkala sepuluh hari pertama Dzulhijjah, dan dianjurkan di dalamnya tasbih (ucapan subhanallah), tahlil (ucapan laa ilaaha illallah), takbir (ucapan Allahu Akbar), dan beliau menganggap tidak mengapa bertakbir sebelum dan sesuadah sepuluh hari pertama Dzulhijjah.” Lihat kitab Akhbar Makkah, karya Al Fakihi, 1/225.

 

عَنْ مِسْكِينٍ أَبِي هُرَيْرَةَ ، قَالَ : سَمِعْتُ مُجَاهِدًا ، وَكَبَّرَ رَجُلٌ أَيَّامَ الْعَشْرِ ، فَقَالَ مُجَاهِدٌ : أَفَلاَ رَفَعَ صَوْتَهُ ، فَلَقَدْ أَدْرَكْتُهُمْ وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيُكَبِّرُ فِي الْمَسْجِدِ فَيَرْتَجُّ بِهَا أَهْلُ الْمَسْجِدِ ، ثُمَّ يَخْرُجُ الصَّوْتُ إلَى أَهْلِ الْوَادِي حَتَّى يَبْلُغَ الأَبْطُحَ ، فَيَرْتَجُّ بِهَا أَهْلُ الأَبْطُحِ ، وَإِنَّمَا أَصْلُهَا مِنْ رَجُلٍ وَاحِدٍ.

 

Artinya: “Miskin Abu Hurairah rahimahullah berkata: “Aku telah mendengar Mujahid berkata, ketika ada seseorang bertakbir pada sepuluh hari terakhir, “Kenapa ia tidak mengangkat suaranya?, sungguh aku telah mendapati mereka (para shahabat) sesungguhnya seseorang benar-benar bertakbir di masjid maka seluruh penghuni masjid bergema dengan takbir, kemudian ia pergi menuju penduduk negeri, sampai kepada daerah Abthah, maka seluruh penduduk Abthah bergema dengan takbir, dan sesunguhnya asal takbir itu dari satu orang.” Lihat Kitab Mushannaf Ibnu Abi Syaibah, 3/667.

 

Kajian Streaming

Langganan Artikel

Masukan Alamat Email Anda:

Delivered by FeedBurner

 

Video Terbaru

Pengunjung