Dakwah Sunnah | Kajian Ahlu Sunnah Wal Jamaah

Terhina Karena Hutang (bag. 12)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ, الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ وَصَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ, أَمَّا بَعْدُ:

Saudaraku seiman…

            Setelah kita mengetahui adab yang ketiga yaitu berupa penjaminan terhadap hutang, dan sudah dijelaskan panjang lebar tentang adab tersebut, maka sekarang kita melanjutkan adab-adab seorang yang berhutang.

4. Seorang yang berhutang dilarang menunda-nunda pembayaran hutang tanpa ada alasan padahal ia mampu untuk melunasi.

Agar terjaga harta orang yang menghutangi maka syariat Islam sangat mengecam jika seorang yang berhutang dan sudah mampu membayar hutangnya, tetapi menunda-nunda pembayaran hutangnya.

Selengkapnya...

Nyata, Mereka Terlepas dari Kesulitan dengan Mentauhidkan Allah Ta’ala

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ, الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ وَصَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ, أَمَّا بَعْدُ:

Saudaraku seiman…

Di bawah ini beberapa kisah nyata tentang orang-orang yang ketika mendapat kesulitan mereka bukannya meminta kepada;

- manusia yang dianggap pintar, baik berprofesi sebagai dukun, paranormal, guru spiritual, tukang ramal dan lainnya yang semakna dengan mereka

- orang mati yang sudah di kubur, baik yang dipandang sebagai wali, sunan atau orang shalih. (Tidak memanggil wahai husein, wahai abdul qadir jailani, wahai si fulan, wahai si fulan seperti yang diajarkan kepada penulis ketika masih belajar dalam ajaran sesat yang menyandarkan ajarannya kepada Islam).

Selengkapnya...

ANTARA TAAT KEPADA PEMIMPIN NEGARA DENGAN PEMIMPIN PARTAI?!

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ, الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ وَصَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ, أَمَّا بَعْدُ:

Saudaraku seiman…

Jika kita perhatikan hadits berikut:

« يَكُونُ بَعْدِى أَئِمَّةٌ لاَ يَهْتَدُونَ بِهُدَاىَ وَلاَ يَسْتَنُّونَ بِسُنَّتِى وَسَيَقُومُ فِيهِمْ رِجَالٌ قُلُوبُهُمْ قُلُوبُ الشَّيَاطِينِ فِى جُثْمَانِ إِنْسٍ »

Artinya: “Akan ada sepeninggalku para pemimpin yang tidak melaknsankan petunjukku dan tidak melaksankan sunnahku, dan akan memimpin ditengah-tengah mereka orang-orang yang hatinya seperti hati syetan di dalam tubuh manusia.” Hr. Muslim

Maka kita dapat ambil pelajaran bahwa akan ada para pemimpin yang tidak melaksanakan ajaran rasulullah dan berbuat zhalim.

Selengkapnya...

Perkataaan Ulama Islam tentang Mengkhususkan Ibadah di Bulan Suci Rajab

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ, الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ وَصَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ, أَمَّا بَعْدُ:

Saudaraku seiman…

Karena kita sudah memasuki bulan Rajab yang suci, maka sebagai muslim, kita  diperintahkan untuk mensucikannya dengan tidak melakukan perbuatan-perbuatan zhalim, sebagaimana yang dilarang oleh Allah Ta’ala di dalam Al Quran

Selengkapnya...

"SHALAFUSH SHALIH BERTAKBIR DI 10 HARI DZULHIJJAH"

 

 

عَنْ مُجَاهِدٍ، قَالَ: " كَانَ أَبُو هُرَيْرَةَ وَابْنُ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا يَخْرُجَانِ أَيَّامَ الْعَشْرِ إِلَى السُّوقِ، فَيُكَبِّرَانِ، فَيُكَبِّرُ النَّاسُ مَعَهُمَا، لَا يَأْتِيَانِ السُّوقَ إِلَّا لِذَلِكَ "

 

 Artinya: “Mujahid rahimahullah berkata: “Abu Hurairah dan Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, pergi  menuju pasar, maka keduanya bertakbir dan orang-orang bertakbir bersama mereka berdua, keduanya tidak dating ke pasar kecuali untuk itu.” Lihat Kitab Akhbar Makkah, karya Al Fakihi, 3/10.

 

عَنْ ثَابِتٍ، قَالَ: " كَانَ النَّاسُ يُكَبِّرُونَ أَيَّامَ الْعَشْرِ حَتَّى نَهَاهُمُ الْحَجَّاجُ " وَالْأَمْرُ بِمَكَّةَ عَلَى ذَلِكَ إِلَى الْيَوْمِ، يُكَبِّرُ النَّاسُ فِي الْأَسْوَاقِ فِي الْعَشْرِ

 

 Artinya: “Tsabit rahimahullah berkata: “orang-orang kebiasaan mereka bertakbir pada 10 hari pertama Dzulhijjah sampai mereka dilarang oleh Al Hajjaj”. Dan keadaan di kota Mekkah seperti itu sampai hari ini, orang-orang bertakbir di pasar-pasar di sepuluh hari pertama Dzulhijjah.” Lihat kitab Akhbar Makkah, karya Al Fakihi 2/373.

 

عَنْ مُجَاهِدٍ: أَنَّهُ " كَرِهَ الْقِرَاءَةَ فِي الطَّوَافِ أَيَّامَ الْعَشْرِ، وَيَسْتَحِبُّ فِيهِ التَّسْبِيحَ وَالتَّهْلِيلَ وَالتَّكْبِيرَ، وَلَمْ يَكُنْ يَرَى بِهَا بَأْسًا قَبْلَ الْعَشْرِ وَلَا بَعْدَهَا "

 

Artinya: “Mujahid membenci membaca Al Quran di dalam thawaf tatkala sepuluh hari pertama Dzulhijjah, dan dianjurkan di dalamnya tasbih (ucapan subhanallah), tahlil (ucapan laa ilaaha illallah), takbir (ucapan Allahu Akbar), dan beliau menganggap tidak mengapa bertakbir sebelum dan sesuadah sepuluh hari pertama Dzulhijjah.” Lihat kitab Akhbar Makkah, karya Al Fakihi, 1/225.

 

عَنْ مِسْكِينٍ أَبِي هُرَيْرَةَ ، قَالَ : سَمِعْتُ مُجَاهِدًا ، وَكَبَّرَ رَجُلٌ أَيَّامَ الْعَشْرِ ، فَقَالَ مُجَاهِدٌ : أَفَلاَ رَفَعَ صَوْتَهُ ، فَلَقَدْ أَدْرَكْتُهُمْ وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيُكَبِّرُ فِي الْمَسْجِدِ فَيَرْتَجُّ بِهَا أَهْلُ الْمَسْجِدِ ، ثُمَّ يَخْرُجُ الصَّوْتُ إلَى أَهْلِ الْوَادِي حَتَّى يَبْلُغَ الأَبْطُحَ ، فَيَرْتَجُّ بِهَا أَهْلُ الأَبْطُحِ ، وَإِنَّمَا أَصْلُهَا مِنْ رَجُلٍ وَاحِدٍ.

 

Artinya: “Miskin Abu Hurairah rahimahullah berkata: “Aku telah mendengar Mujahid berkata, ketika ada seseorang bertakbir pada sepuluh hari terakhir, “Kenapa ia tidak mengangkat suaranya?, sungguh aku telah mendapati mereka (para shahabat) sesungguhnya seseorang benar-benar bertakbir di masjid maka seluruh penghuni masjid bergema dengan takbir, kemudian ia pergi menuju penduduk negeri, sampai kepada daerah Abthah, maka seluruh penduduk Abthah bergema dengan takbir, dan sesunguhnya asal takbir itu dari satu orang.” Lihat Kitab Mushannaf Ibnu Abi Syaibah, 3/667.

 

Kajian Streaming

Langganan Artikel

Masukan Alamat Email Anda:

Delivered by FeedBurner

 

Video Terbaru

Pengunjung