Dakwah Sunnah | Kajian Ahlu Sunnah Wal Jamaah

Terhina Karena Hutang (bag. 11)

بسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ, الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ وَصَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ, أَمَّا بَعْدُ:

Saudaraku seiman…

Pada pembahasan kali ini masih membicarakan tentang salah satu adab berhutang, yaitu menjamin hutang dan cara yang ketiga menjamin hutang adalah dengan:

Selengkapnya...

Antara Ingin Bertemu dengan Allah Ta’ala dan Ingin Masih Hidup

 بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ, الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ وَصَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ, أَمَّا بَعْدُ:

Saudaraku seiman…

Ketika membaca hadits:

عَنْ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ أَنَّ نَبِىَّ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « مَنْ أَحَبَّ لِقَاءَ اللَّهِ أَحَبَّ اللَّهُ لِقَاءَهُ وَمَنْ كَرِهَ لِقَاءَ اللَّهِ كَرِهَ اللَّهُ لِقَاءَهُ ».

Artinya: “Ubadah bin Shamit radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang mencintai bertemu dengan Allah niscaya Allah mencintai bertemu dengan-Nya dan barangsiapa yang membenci bertemu dengan Allah niscaya Allah membenci bertemu dengannya.” HR. BUkhari dan Muslim.

Rasanya ingin, ingin, ingin sekali bertemu dengan Allah Ta’ala,

Selengkapnya...

Wasiat Syeikh Al Albani rahimahullah Kepada Setiap Muslim Sebelum Wafatnya

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ, الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ وَصَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ, أَمَّا بَعْدُ:

Saudaraku seiman…

Syeikh ini belum pernah saya lihat wujudnya…

Hanya suara beliau yang pernah dengar dan semoga selalu dimudahkan untuk mendengarnya…

Demi Allah saya mencintaimu karena Allah, wahai Syiekh…

Selengkapnya...

Pendapat Empat Madzhab tentang Hukum Shalat di kuburan

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ, الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ وَصَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ, أَمَّا بَعْدُ:

Saudaraku seiman…

Terjadi perbedaan pendapat di antara madzhab yang empat dalam ahlu sunnah tentang Hukum Shalat di pekuburan:

Selengkapnya...

"2 PENYELAMAT DAN 2 MEMBINASAKAN"

 

قَالَ سُفْيَانُ: وَقَالَ عَبْدُ اللهِ: " اثْنَتَانِ مُنْجِيَتَانِ , وَاثْنَتَانِ مُهْلِكَتَانِ , فَالْمُنْجِيَتَانِ: النِّيَّةُ وَالنُّهَى , فَالنِّيَّةُ أَنْ تَنْوِيَ أَنْ تُطِيعَ اللهَ فِيمَا يُسْتَقْبَلُ , وَالنُّهَى أَنْ تَنْهَى نَفْسَكَ عَمَّا حَرَّمَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ , وَالْمُهْلِكَتَانِ: الْعُجْبُ، وَالْقَنُوطُ "

 

Artinya: “Sufyan Ats Tsauri rahimahullah berkata: “Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Dua hal yang menyelematkan dan dua hal membinasakan, 2 hal yang menyelamatkan adalah niat dan larangan, adapun niat yaitu kamu berniat untuk mentaati Allah untuk waktu yang akan datang, dan larangan adalah melarang dirimu dari apa yang telah diharamkan oleh Allah Azza wa Jalla, dan dua hal yang membinasakan adalah sifat Ujub dan Berputus asa.” Lihat kitab Hilyat Al Awliya’, 7/298.

 

Berkata Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin hafizhahullah: “Sisi penggabungan keduanya yang menyebabkan kehancuran adalah bahwa seorang yang berputus asa tidak akan minta kebahagiaan karena saking putus asanya, dan seorang yang ujub dengan amalnya tidak memintanya juga karena sangkaannya bahwa ia telah mendapatkan kebahagiaan tersebut, dan akhirnya terkumpullah dua hal yang membinasakan.” lihat di http://al-badr.net/muqolat/2687

 

 

Kajian Streaming

Langganan Artikel

Masukan Alamat Email Anda:

Delivered by FeedBurner

 

Video Terbaru

Pengunjung