Dakwah Sunnah | Kajian Ahlu Sunnah Wal Jamaah

Tidak Bersabar atas Cobaan dan Musibah Tanda Tidak Bertakwa

Tidak bersabar atas cobaan dan musibah tanda tidak bertakwa, karena Rasulullah shallallhu 'alaihi wasallam bersabda kepada seorang wanita yang meratapi kematian anaknya dikuburnya:

 اتقي الله واصبري

"Bertakwa dan sabarlah". HR. Bukhari dan Muslim.
sobat...berusahalah sabar, niscaya Allah akan memudahkan untuk sabar.

OBAT SAYA DAN SETIAP ORANG YANG KECANDUAN MAKSIAT

Dengan memperhatikan ayat di bawah ini dengan hati penuh tadabbur, semoga dapat menjadi penahan dari keinginan berbuat maksiat atau pemberhenti dari kebiasaan maksiat.

{أَلاَ يَظُنُّ أُولَئِكَ أَنَّهُمْ مَبْعُوثُونَ لِيَوْمٍ عَظِيمٍ}{يَوْمَ يَقُومُ النَّاسُ لِرَبِّ الْعَالَمِينَ} 

"Apakah mereka tidak mengira bahwa sesungguhnya mereka dibangkitkan pada hari yang agung", "Hari yang para manusia akan didirikan di hadapan Rabb semesta alam." QS. Al Muthaffifin: 4-6.

Maunya menang sendiri...

Maunya menang sendiri...
meskipun seorang suami adalah pemimpin rumah tangga, tapi apa salahnya jika mempertimbangkan saran istri...
bukankah diperintahkan untuk bermusyawarah, bahkan suami terbaik saja Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam minta pendapat dan menerima saran dari para istrinya
وَأَمْرُهُمْ شُورَىٰ بَيْنَهُمْ 
Artinya: "...sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarat antara mereka..."

Fatwa Ulama: Hukum Aqiqah Digabung Dalam Satu Ekor Sapi Atas Beberapa Orang Anak?

 بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ, الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ وَصَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ, أَمَّا بَعْدُ:

Saudaraku seiman…

Di bawah ini beberapa fatwa tentang bolehkah mengaqiqahi beberapa anak dengan cara menggabungkannya di dalam satu sapi seperti halnya di dalam berqurban?”

Selengkapnya...

"SIBUK DENGAN AIB DIRI SENDIRI DARIPADA AIB ORANG LAIN"

 

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ الْكَوَّاءِ، أَنَّهُ قَالَ لِلرَّبِيعِ: مَا نَرَاكَ تَعِيبُ أَحَدًا وَلَا تَذُمُّهُ فَقَالَ: «وَيْلَكَ يَا ابْنَ الْكَوَّاءِ مَا أَنَا عَنْ نَفْسِي بِرَاضٍ فَأَتَفَرَّغُ مِنْ ذَنْبِي إِلَى حَدِيثٍ، إِنَّ النَّاسَ خَافُوا اللهَ تَعَالَى عَلَى ذُنُوبِ النَّاسِ وَأَمِنُوهُ عَلَى نُفُوسِهِمْ»

Abdullah bin Muhammad bin Al Kawwa’, ia berkata kepada Ar Rabi’ bin Khutsaim (seorang tabi’ie w: 61H): “Aku tidak pernah melihatmu memburukkan atau mencela seseorang”, Maka Ar Rabi’e menjawab: “Celaka kamu wahai Ibnu Al Kawwa’, Aku sendiri tidak rela mengumbar dari dosaku untuk dibicarakan (orang-orang), sesungguhnya orang-orang telah takut kepada Allah atas dosa-dosa orang lain dan sedangkan mereka aman atas dosa-dosa mereka sendiri.” Lihat kitab Hilyal Awliya’, 2/110.

 

Kajian Streaming

Langganan Artikel

Masukan Alamat Email Anda:

Delivered by FeedBurner

Pengunjung