Dakwah Sunnah | Kajian Ahlu Sunnah Wal Jamaah

Nafkahi Anak dan Istrimu! (TEGURAN UNTUK SUAMI MALAS BEKERJA) – Bag. 02

 بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ, الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ وَصَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ, أَمَّا بَعْدُ:

Saudaraku seiman…

Menyambung tulisan sebelumnya, salah satu obat penawar bagi suami yang malas bekerja adalah;

2. Mengenal keutamaan-keutamaan Menafkahi Anak dan Istri sehingga selalu termotivasi

Selengkapnya...

Nafkahi Anak dan Istrimu!! (TEGURAN UNTUK SUAMI MALAS BEKERJA) – Bag. 01

 بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ, الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ وَصَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ, أَمَّا بَعْدُ:

Saudaraku seiman…

Saya mendapatkan banyak cerita nyata tentang seorang anak yang berumur 5-8 tahun, setelah sekolah jam 01 siang ia harus berkeliling menjajakan kue dan dagangan lainnya, membantu sang ibu yang penghasilan mereka tidak cukup untuk makan sehari-hari, yang mengakibatkan  sering sekali mereka makan hanya dengan nasi dan agar ada sedikit rasa, maka mereka tambahi dengan garam.

Selengkapnya...

Jadwal Kajian Islam di www.dakwahsunnah.com pada Bulan Syawwal 1434H

Ayo Menuntut Ilmu...!

« طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ ».

Artinya: “Menuntut Ilmu adalah kewajiban atas setiap muslim”. HR. Ibnu Majah

Selengkapnya...

Sikap Seorang Muslim Terhadap Apa yang Terjadi di Mesir

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ, الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ وَصَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ, أَمَّا بَعْدُ:

Saudaraku seiman…

1. Sedih dengan bersimbah darahnya kaum muslim di Mesir

« لَزَوَالُ الدُّنْيَا أَهْوَنُ عَلَى اللَّهِ مِنْ قَتْلِ رَجُلٍ مُسْلِمٍ ».

“Sungguh hancurnya dunia lebih ringan di sisi Allah dari membunuh seorang muslim”. HR. Tirmidzi.

Selengkapnya...

"PENGARUH ILMU TERHADAP DIRI SESEORANG"

 

قال ابْنَ عُيَيْنَةَرحمه الله: «إِذَا كَانَ نَهَارِي نَهَارَ سَفِيهٍ , وَلَيْلِي لَيْلَ جَاهِلٍ , فَمَا أَصْنَعُ بِالْعِلْمِ الَّذِي كَتَبْتُ؟»

Berkata: “Sufyan bin ‘Uyainah rahimahullah: “Jika siangku seperti siangnya orang dungu dan malamku seperti malamnya orang bodoh, lalu apa yang aku perbuat dengan ilmu yang telah aku tulis?”. Lihat kitab Akhlaqul Ulama, karya Al Ajurry, hal: 44.

Berkata Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin hafizhahullah: “Ini adalah nasehat yang agung sangat baik bagi para penuntut ilmu untuk memperhatikannya, kebiasaan para ulama salaf rahimahullah adalah bahwa ilmu (yang ada mereka) terlihat di dalam ibadah, akhlak dan hubungan interkasi mereka dengan sesama, sebagaimana yang dikatakan oleh Al Hasan Al Bashry rahimahullah:

 قَالَ الْحَسَنُ رحمه الله: " كَانَ الرَّجُلُ إِذَا طَلَبَ الْعِلْمَ لَمْ يَلْبَثْ أَنْ يُرَى ذَلِكَ فِي بَصَرِهِ، وَتَخَشُّعِهِ، وَلِسَانِهِ، وَيَدِهِ، وَصَلَاتِهِ، وَزُهْدِهِ

Artinya: “Seseorang jika menuntut ilmuو maka tidak beberapa lama terlihat bekas (ilmu itu) di dalam penglihatan, pakaian, lisan, tangan dan shalatnya.” Riwayat Ad Darimi.

Live Video

 

Kajian Streaming

Langganan Artikel

Masukan Alamat Email Anda:

Delivered by FeedBurner

 

Video Terbaru

Pengunjung