Dakwah Sunnah | Kajian Ahlu Sunnah Wal Jamaah

Apa Salah Saya, Wahai Istriku?!

Sering saya dicurhati para suami…
Seorang suami berkata: "Istri saya memaksa untuk minta jimat agar lancar usaha, saya sudah katakan cukup Allah tempat bersandar..."
Yang lain berkata: "Istri saya memaksa saya melakukan amalan yang belum ada contohnya dari Nabi, katanya takut dijauhi orang kampung..."

Selengkapnya...

Bali Gitu Loh, Seribu Orang Shalat Subuh Berjamaah!

Masya Allah...!

Allahu Akbar...!
Kemarin Ahad, 19 Rabiuts Tsani 1436H, saya ditakdirkan dapat sholat subuh di Masjid Baitul Makmur Denpasar Bali.
Subhanallah...
Yang berjamaah shalat subuh kurang lebih 1000 orang!!!

Selengkapnya...

SAYANGKU, CINTAKU, MANISKU, RINDUKU

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 
خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لِأَهْلِي أَخْرَجَهُ التِّرْمِذِيُّ.
Artinya: "Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik perlakuannya terhadap keluarganya (istri dan anak-pent), dan Aku adalah yang paling baik terhadap keluargaku." HR. Tirmidzi. 
Dan... termasuk perlakuan yang baik terhadap istri adalah punya panggilan sayang dan manja untuk istri beliau, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pun memanggil istrinya Aisyan dengan "Yaa 'Aisy" ( pangilan manja dari nama Aisyah) artinya Wahai Aisyahku sayang. HR. Muslim) dan "Yaa Humaira" artinya: Wahai Wanita berkulit putih merah merona. (HR. Ibnu Majah dan dilemahkan oleh Al Albani.
Dan... untuk mengikuti Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, sayapun punya panggilan sayang untuk istri saya yaitu: "SAYANGKU, CINTAKU, MANISKU, RINDUKU"...selaligus
Nah... KALAU ANDA, APA PANGGILAN SAYANG UNTUK ISTRI ANDA, WAHAI PARA SUAMI...!?

Manusia Super (bag. 02)

Sambungan Dari Manusi Super - bag. 01

Selengkapnya...

"JANGAN MENETESKAN DARAH HARAM WALAU SATU TETES"

 عن جندب بن عبد الله رضي الله عنه قال: "إنَّ أول ما ينتنُ من الإنسان بطنُه فمن استطاع أن لا يأكل إلا طيبًا فليفعل، ومن استطاع أن لا يحالَ بينه وبين الجنة بملء كفِّهِ من دم أَهْرَاقَهُ فليفعل" رواه البخاري (7152). 

Artinya: “Jundub bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu berkata: “Sesungguhnya pertama yang membusuk dari manusia adalah perutnya, maka barangsiapa yang sanggup untuk tidak makan kecuali harta yang baik maka lakukanlah, dan BARANGSIAPA YANG SANGGUP TIDAK DI HALANGI DARINYA DENGAN SURGA AKIBAT SATU GENGGAMAN DARAH YANG TELAH IA TETESKAN, MAKA LAKUKANLAH.” HR. Bukhari, no. 7152.

Berkata Syaikh Abdurrazzaq hafizhahullah:

وصية عظيمة في الحضَّ على أكل الحلال والكفِّ عن الدماء، وهي إنما تنفع إذا صادفت قلبًا صادقًا متحريًا للخير متجردًا عن الهوى، ولذا لما كان من أوصاهم بخلاف ذلك لم ينتفعوا بوصيته، بل خرجوا وأعملوا السيف في المسلمين وقتلوا الرجال والأطفال وعظم البلاء بهم، والله المستعان.

Ini adalah wasiat yang agung tentang perintah makan harta yang halal dan menahan dari sikap meneteskan darah. Dan wasiat ini akan bermanfaat jika terpatri pada hati yang bersih, yang sangat berharap kebaikan dan terlepas dari hawa nafsu, oleh karena itu, mereka (kaum khawarij) yang telah beliau wasiati berbeda dengan hal tersebut, maka mereka tidak mengambil manfaat dengan wasiat beliau. Bahkan mereka memberontak dan menghunus pedang di tengah-tengah kaum muslimin, yang akhirnya mereka membunuh orang-orang dewasa, anak-anak kecil dan timbullah kerusakan yang besar disebabkan oleh mereka. Lihat http://al-badr.net/muqolat/4095. 

 

Kajian Streaming

Langganan Artikel

Masukan Alamat Email Anda:

Delivered by FeedBurner

Pengunjung