Kisah Dari Korea ( bag. 01)

Pelajaran berharga dari negeri ginseng tatkala berkunjung kesana:

1. Memang terasa sekali bedanya pergi ke negeri non muslim dengan negeri mayoritas muslim. 

- saat di pesawat menuju ke sana tidak ada satupun yang menutup aurat kecuali mungkin hanya 5 orang.
- Di pesawat tidak ada peringatan doa safar.
- Di pesawat tidak ada peringatan waktu sholat atau minimal gambar kiblat menghadap arah kemana.
- Di pesawat kebanyakan tidak shalat.
- Di pesawat disediakan khamr.


Ini salah satu sebab Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

أُبَايِعُكَ عَلَى أَنْ لا تُشْرِكَ بِاللَّهِ شَيْئًا ، وَتُقِيمَ الصَّلاةَ ، وَتُؤْتِيَ الزَّكَاةَ ، وَتُفَارِقَ الْمُشْرِكَ ، وَتَنْصَحَ لِلْمُسْلِمِ . .
Artinya: "Aku membaiatmu, bahwa kamu tidak mensyirikkan Allah dengan sesuatu apapun, mendirikan shalat, membayat zakat, berpisah dari kaum musyrik dan menasehati kaum muslim." HR. Ahmad dan dihasankan oleh Al Albani.
dan terdapat beberapa hadits yang diperbincangankan derajatnya oleh para ulama hadits:
"أَنَا بَرِيءٌ مِنْ كُلِّ مُسْلِمٍ يُقِيمُ بَيْنَ أَظْهُرِ الْمُشْرِكِينَ"،
Artinya: "Aku berlepas diri dari setiap muslim bertempat tinggal diantara kaum musyrik." HR. Abu Daud. 
(لا تُسَاكِنُوا الْمُشْرِكِينَ وَلا تُجَامِعُوهُمْ فَمَنْ سَاكَنَهُمْ أَوْ جَامَعَهُمْ فَهُوَ مِنْهُمْ).
Artinya: "Jangan kalian tinggal bersama kaum musyrik, jangan kalian tinggal bersama mereka, barangsiapa yang tinggal dan bergabung dengan mereka, maka ia dari mereka." HR. Tirmidzi.

Dirulis Oleh Ahmad Zainuddin

Ahad, 3 Jumadal Ula 1436H