Dakwah Sunnah | Kajian Ahlu Sunnah Wal Jamaah

Tata Cara Shalat Id ('Ied)

بسم الله الرحمن الرحيم, الحمد لله رب العالمين وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وىله وصحبه أجمعين, أما بعد:

1. Imam meletakkan di depannya sutrah (pembatas), hal ini berdasarkan hadits Ibnu Umar radhiyallhu 'anhuma:

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - كَانَ إِذَا خَرَجَ يَوْمَ الْعِيدِ أَمَرَ بِالْحَرْبَةِ فَتُوضَعُ بَيْنَ يَدَيْهِ ، فَيُصَلِّى إِلَيْهَا وَالنَّاسُ وَرَاءَهُ ، وَكَانَ يَفْعَلُ ذَلِكَ فِى السَّفَرِ ، فَمِنْ ثَمَّ اتَّخَذَهَا الأُمَرَاءُ

Artinya: "Bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam jika keluar pada hari id beliau memerintahkan untuk diambilkan tombak dan diletakkan di hadapan beliau, lalu beliau shalat menghadap kepadanya dan kaum muslimin berada di belakang beliau, dan senantiasa beliau melakukan itu ketika bepergian, dari sinilah para pemimpin mengambil kebiasaan itu". HR. Bukhari, no. 494.

2. Shalat id dilakukan dua rakat

Selengkapnya...

Indahnya Berhari Raya Sesuai dengan Sunnah

بسم الله الرحمن الرحيم, الحمد لله رب العالمين و صلى الله و سلم و بارك على نبينا محمد و آله و صحبه أجمعين, أما بعد:

Di bawah ini hal-hal yang disunnahkan seputar hari raya:

1. Diwajibkan mengeluarkan Zakat Fithr atau Fitrah, diwajibkan bagi setiap muslim yang mempunyai kelebihan dari kebutuhan pokoknya pada hari dan malam lebaran, merdeka atau budak, lelaki atau perempuan, anak kecil atau orang dewasa, sebanyak 1 sha’ (2,4kg atau 2,5kg atau 3kg –terjadi perbedaan pendapat diantara para ulama) dari makanan pokok setempat, dimulai dari terbenam matahari sampai sebelum shalat id diberikan kepada para miskin dan fakir, sebagai pensucian bagi orang yang berpuasa dari perbuatan sia-sia dan rafats serta makanan bagi kaum miskin dan fakir.

عَنِ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَرَضَ زَكَاةَ الْفِطْرِ مِنْ رَمَضَانَ عَلَى النَّاسِ صَاعًا مِنْ تَمْرٍ أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ عَلَى كُلِّ حُرٍّ أَوْ عَبْدٍ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى مِنَ الْمُسْلِمِينَ.

Artinya: “Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallamtelah mewajibkan zakat fithr dari Ramadhan atas manusia 1 sha’ dari kurma atau sha’ dari tepung atas setiap orang merdeka atau budak, lelaki atau perempuan, anak kecil atau orang dewasa dari kaum muslim”. HR. Bukhari dan Muslim.

Dalam riwayat Abu Sa’id Al Khudry radhiyallahu ‘anhu:

صَاعًا مِنْ طَعَامٍ

Artinya: “1 sha’ dari makanan…”. HR. Muslim.
maksudnya adalah makanan pokok disebabkan penjelasan dari riwayat selanjutnya yaitu penyebutan beberapa makanan pokok yang dimakan oleh manusia.

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَمَرَ بِإِخْرَاجِ زَكَاةِ الْفِطْرِ أَنْ تُؤَدَّى قَبْلَ خُرُوجِ النَّاسِ إِلَى الصَّلاَةِ.

Artinya: “Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan mengeluarkan zakat fithr sebelum keluarnya orang-orang (dari kaum muslim) menuju shalat id”. HR. Muslim.
Dan boleh juga dikeluarkan sehari atau dua hari atau tiga hari sebelum hari raya. Sebagaimana riwayat dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhu sebagaimana dari riwayat Bukhari.

2. Mandi pada hari id,

Selengkapnya...

Pesan singkat untuk seorang yang sudah dan yang belum mengisi 10 hari terakhir Ramadhan dengan ibadah

بسم الله الرحمن الرحيم, الحمد لله رب العالمين و صلى الله و سلم و بارك على نبينا محمد و آله و صبحه أجمعين, أما بعد:

Kepada seorang yang sudah mengisi 10 malam terakhir dengan ibadah:

1. Jangan cepat puas dengan apa yang sudah dicapai, karena itu akan menimbulkan penyakitnya orang munafik yaitu malas.
2. Jangan sombong dengan apa yang sudah dicapai karena itu semua taufik dan pertolongan dari Allah Ta’ala.
3. Perhatikan dan kerjakan amalan wajib sebelum amalan sunnah.
4. Perhatikan dan amalkan amalan-amalan inti di 10 hari terakhir bulan Ramadhan, seperti qiyamul lail, baca Al Quran dan membaca doa:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَني

5. Jangan lupa berdoa agar tetap istiqamah, sebab hati berbolak-balik.
Coba perhatikan baik-baik perkataan ini, semoga bermanfaat:

قَالَ ابْنُ عَوْنٍ: " لَا تَثِقْ بِكَثْرَةِ الْعَمَلِ، فَإِنَّكَ لَا تَدْرِي تُقْبَلُ مِنْكَ أَمْ لَا، وَلَا تَأْمَنْ ذُنُوبَكَ، فَإِنَّكَ لَا تَدْرِي هَلْ كُفِّرَتْ عَنْكَ أَمْ لَا، إِنَّ عَمَلَكَ عَنْكَ مُغَيَّبٌ مَا تَدْرِي مَا اللهُ صَانِعٌ فِيهِ، أَيَجْعَلُهُ فِي سِجِّينَ، أَمْ يَجْعَلُهُ فِي عِلِّيِّينَ ". ينظر كتاب شعب الإيمان (9/428)

Artinya: "Ibnu 'Aun rahimahullah berkata: "Jangan terlalu yakin dengan banyaknya amal, karena sesungguhnya Anda tidak mengetahui, apakah amalan Anda diterima atau tidak?, dan jangan pula terlalu merasa aman dengan dosa-dosa Anda, karena sesungguhnya Anda tidak mengetahui, apakah diampuni dosa Anda atau tidak?, sesungguhnya amalan Anda gaib dari Anda, Anda tidak mengetahui apa yang Allah perbuat terhadap amalan Anda, apakah Allah jadikannya di dalam Sijjin (buku catatan dosa)? Ataukah dijadikan-Nya di dalam 'Illyyin (buku catatan amal shalih)?". Lihat Kitab Syu'ab Al Iman, karya Al Baihaqi.

Kepada seorang yang belum mengisi 10 malam terakhir dengan ibadah:

1. Jangan putus asa masih ada waktu, buruan beribadah!.

{وَلَا تَيْأَسُوا مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِنَّهُ لَا يَيْأَسُ مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْكَافِرُونَ} [يوسف: 87]

Artinya: “Dan jangan kalian berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir". QS. Yusuf: 87.
2. Jangan terlalu meremehkan waktu, karena waktu sangat cepat berlalu.
3. Jangan melakukan kesalahan yang sama dua kali, sehingga kedua kalinya atau ketiga kalinya seterusnya tidak mengisi waktu dengan ibadah sebaiknya.
4. Jangan lupa berdoa, agar dimudahkan beribadah.
5. Jika sudah punya tekad, maka jangan ngoyo, beribadahlah sesuai dengan kemampuan yang dipunyai yang penting terus menerus. Semoga berhasil…

Semoga doa di bawah ini dapat dihapal agar menghilangkan malas:

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ - رضى الله عنه - قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - يَتَعَوَّذُ يَقُولُ « اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَرَمِ ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْبُخْلِ » .

Artinya: “Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata: “Senantiasa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam meminta perlindungan, mengucapkan: « اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَرَمِ ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْبُخْلِ » (Allahumma inni a’udzu bika minal kasal, wa a’udzu biuka minal jubn, wa a’udzu biuka minal haram, wa a’udzu biuka minal bukhl) “Wahai Allah, aku berlindung dengan-Mu dari sifat malas, aku berlindung dengan-Mu dari sifat pengecut, aku berlindung dengan-Mu dari sifat pikun, aku berlindung dengan-Mu dari sifat kikir.” HR. Bukhari.

Ini hanya pesan singkat.

Mohon maaf belum sempat dibarengi dengan dalil-dalil dari Al Quran dan As Sunnah karena waktu sangat terbatas, ayo terus kejar-kejaran dengan waktu.
Semoga Allah Ta’ala memberi taufik kepada kita dan kaum muslim agar mendapatkan Lailatul Qadar.

Ditulis dan diperbaharui oleh Ahmad Zainuddin
24 Ramadhan 1433H, Dammam KSA

Bersungguh-sungguh Mencari Lailatul Qadar

بسم الله الرحمن الرحيم ,الحمد لله رب العالمين و صلى الله و سلم و بارك على نبينا محمد و آله و صحبه أجمعين, و بعد:

Semoga penjelasan di bawah ini menggugah penulis dan kaum muslim untuk bersungguh-sungguh, berjuang dengan gigih agar mendapatkan Lailatul Qadar. Allahumma amin.

Pengertian Lailatul Qadar:

Sebuah malam dari malam-malam sepuluh terakhir dari bulan Ramadhan, diturunkan di dalamnya takdir-takdir seluruh makhluk ke langit dunia, Allah mengabulkan doa di dalamnya dan ia adalah malam yang telah diturunkan Al Quran yang Agung. Lihat Mu'jam lughat al-Fuqaha, hal: 326.

Tidak diragukan lagi, Lailatul Qadar akan selalu ada sampai hari kiamat:

Selengkapnya...

Contohlah Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam di sepuluh Hari Terakhir dari Ramadhan

بسم الله الرحمن الرحيم, الحمد لله رب العالمين وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين, أما بعد:

Akhirnya sampai juga 10 hari terakhir dari Ramadhan bulan penuh berkah ini, hari-hari yang ditunggu oleh kaum muslim, hari-hari yang mana Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan para salaf ash shalih menunggunya untuk lebih giat beribadah.

Agar tidak salah jalan, tidak keliru, padahal sudah banyak tenaga yang dikeluarkan, dan waktu yang terbuang, maka mencontoh Nabi shallallahu 'alaihi wasallam di 10 hari terakhir dari Ramadhan adalah solusi paling tepat!

Di bawah ini sikap nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam jika di 10 terakhir dari Ramadhan:

Selengkapnya...

Puasa yang Paling Rendah adalah Sekedar Menahan Makan dan Minum tapi Masih Maksiat

بسم الله الرحمن الرحيم, الحمد لله رب العالمين وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين, أما بعد:

Tahukah Anda bahwa tingkatan orang berpuasa yang paling rendah adalah hanya menahan makan dan minum, tetapi masih melakukan hal-hal yang diharamkan.

عَنْ عَطَاءِ بْنِ السَّائِبِ قَالَ كَانَ أَصْحَابُنَا يَقُولُونَ أَهْوَنُ الصِّيَامِ تَرْكُ الطَّعَامِ وَالشَّرَابِ

Artinya: “Atha’ bin Saib (w: 136H) berkata: “Kawan-kawan kami (para tabi’ie muda) mengatakan: “Puasa paling rendah adalah meninggalkan makan dan minum.” Lihat kitab Al Mathalib Al ‘Aliyah karya Ibnu Hajar, 6/54.

Olehnya, Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu berkata:

قَالَ جَابِرٌ : إذَا صُمْتَ فَلْيَصُمْ سَمْعُك وَبَصَرُك وَلِسَانُك عَنِ الْكَذِبِ وَالْمَإِثْمَ ، وَدَعْ أَذَى الْخَادِمِ ، وَلْيَكُنْ عَلَيْك وَقَارٌ وَسَكِينَةٌ يَوْمَ صِيَامِكَ ، وَلاَ تَجْعَلْ يَوْمَ فِطْرِكَ وَيَوْمَ صِيَامِكَ سَوَاءً.

Artinya: “Berkata jabir radhiyallahu ‘anhu berkata: “Jika kamu berpuasa maka puasakanlah pendengaranmu, penglihatanmu, lisanmu dari dusta dan hal-hal yang diharamkan, janganlah menyakiti tetangga dan hendaknya kamu bersikap tenang dan wibawa pada hari puasamu dan jangan jadikan hari puasamu dan hari berbukamu sama.” Lihat Mushannaf Ibnu Abi Syaibah, 3/3.

Para pembaca budiman…

Di bawah ini disebutkan hal-hal yang seharusnya seorang yang berpuasa juga harus menahannya, disamping ia menahan makan dan minumnya serta seluruh yang membatalkan puasanya, agar puasa lebih bermakna dan berkwalitas serta berkah:

Selengkapnya...

Ingat Ramadhan Hanya Sebulan (29 atau 30 hari) saja, Maka Gunakan Sebaik-baiknya!

بسم الله الرحمن الرحيم, الحمد لله رب العالمين و صلى الله و سلم و بارك على نبينا محمد و آله و صحبه أجمعين, أما بعد:

Tidak terasa 15 hari sudah kita berpuasa dan berada di dalam Ramadhan 1433H ini, penting rasanya untuk mengingatkan kepada diri kita tentang waktu,

Agar kita tidak pernah meremehkan dan menyia-nyiakan kesempatan di dalamnya…

Agar kita tidak pernah lengah lagi, karena matahari terbit tenggelam, terbit tenggelam, terbit tenggelam tanpa ada kompromi untuk berhenti.

Sehingga akhirnya, kita benar-benar mendapatkan dari Allah Ta’ala berkahnya Ramadhan 1433H ini dan kalau bisa seratus persen! Dengan izin Allah Ta’ala.

Dan sehingga kita tidak termasuk dalam hadits ini, Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa:

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى الله عَلَيه وسَلَّم صَعِدَ الْمِنْبَرَ ، فَقَالَ : آمِينَ ، آمِينَ ، آمِينَ ، فَقِيلَ : يَا رَسُولَ اللهِ ، إِنَّكَ حِينَ صَعِدْتَ الْمِنْبَرَ قُلْتَ : آمِينَ ، آمِينَ ، آمِينَ ؟ قَالَ : إِنَّ جِبْرِيلَ آتَانِي فَقَالَ : مَنْ أَدْرَكَ شَهْرَ رَمَضَانَ فَلَمْ يُغَفَرْ لَهُ فَدَخَلَ النَّارَ فَأَبْعَدَهُ اللَّهُ ، قُلْ آمِينَ فَقُلْتُ : آمِينَ .

Artinya: “Bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam naik ke atas mimbar, lalu beliau bersabda: “Amin, amin, amin”, lalu ada yang bertanya: “wahai Rasulullah, sesungguhnya ketika engkau naik ke atas mimbar engkau mengucapkan: “Amin, amin, amin (apa sebabnya)?”, beliau bersabda: “Sesungguhnya Jibril telah datang kepadaku, lalu dia berkata: “Barangsiapa yang mendapati bulan Ramadhan dan tidak diampuni dosanya maka akhirnya ia masuk ke dalam neraka dan dijauhkan oleh Allah (dari surga), katakanlah amin (wahai Muhammad)”, maka akupun mengatakan “amin”. HR. Ibnu Khuzaimah dan dishahihkan oleh Al Albani di dalam kitab Shahih Al Jami’, no. 75.

Seputar Sifat dan Karakteristik Waktu!

Waktu adalah modal hidup manusia di dunia, dengan modal ini dia bisa berdagang dengan cara beribadah kepada Allah Ta’ala yang mendatangkan keuntungan pahala. Kalau tidak pandai menggunakan modal, maka modalnya akan habis dan yang ada kerugian.

Selengkapnya...

 

Kajian Streaming

Langganan Artikel

Masukan Alamat Email Anda:

Delivered by FeedBurner

Pengunjung