Dakwah Sunnah | Kajian Ahlu Sunnah Wal Jamaah

Hutang Puasa Belum Dibayar, sudah Datang Ramadhan lagi?

بسم الله الرحمن الرحيم, الحمد لله رب العالمين, وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين, أما بعد:


Sebagian muslim yang mempunyai hutang puasa terkadang belum membayar hutang puasanya sampai datang bulan Ramadhan selanjutnya, dalam kasus seperti ini apa yang harus dilakukan dalam perihal mengqadhanya?
Kawanku Pembaca seiman…
Harus diketahui bahwa hutang yang dimiliki seorang hamba kepada Allah Ta’ala lebih berhak ditunaikan oleh hamba tersebut.
Dan maksud hutang seorang hamba kepada Allah Ta’ala adalah ibadah-ibadah yang belum dikerjakan padahal diwajibkan atasnya.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:


« فَدَيْنُ اللَّهِ أَحَقُّ أَنْ يُقْضَى »

Artinya: “Dan Hutang terhadap Allah lebih berhak untuk ditunaikan.” HR. BUkhari dan Muslim.
Harus diketahui pula, bahwa seorang yang berhutang puasa di dalam bulan Ramadhan, maka ia wajib mengqadhanya sebelum datang Ramadhan selanjutnya.

Selengkapnya...

Bagaimana Taubatnya Seorang Muslim Baligh yang Meninggalkan Puasa dengan Sengaja Tanpa Alasan Selama Bertahun-tahun?!?

بسم الله الرحمن الرحيم, الحمد لله رب العالمين وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين, أما بعد:

Kawanku Pembaca Seiman yang Semoga selalu dirahmati Allah Ta’ala…
Jangan pernah ada dalam pikiran Anda untuk meninggalkan puasa dengan sengaja tanpa ada alasan yang dibenarkan oleh syari’at, karena perbuatan ini lebih buruk dibandingkan zina dan kecanduan barang yang memabukkan, bahkan bias-bisa Anda diragukan keislamannya dan dikira sebagai orang munafik!
Adz Dzhahaby rahimahullah berkata:


" وعند المؤمنين مقرر أن من ترك صوم رمضان بلا مرض ولا غرض ( أي بلا عذر يبيح ذلك ) أنه شر من الزاني ومدمن الخمر ، بل يشكون في إسلامه ويظنون به الزندقة والانحلال " انتهى .

“Artinya: “Bagi kaum mukmin telah dinyatakan bahwa siapa yang meninggalkan puasa pada bulan Ramadhan bukan karena sakit atau alasan (yaitu tanpa alasan yang dibolehkan terhadapnya), maka ia adalah lebih buruk daripada perbuatan zina atau kecanduan hal yang memabukkan, bahkan mereka meragukan keislamannya dan mengira ia dengannya adalah seorang zindik (kemunafikan) dan inhilal (pengharaman apa yang dihalalkan-pent). Lihat kitab Al Kabair.

Lalu kalau ada yang tidak berpuasa;
Sedangkan ia muslim, semenjak ia baligh, padahal ia mampu, ia tidak memiliki alasan yang dibenarkan syariatkan untuk meninggalkan puasa, ia melakukannya dengan sengaja dengan mengakui kewajiban hukum puasa,
Dan SEKARANG IA INGIN BERTAUBAT DAN MULAI TAHUN INI BERPUASA, MAKA BAGAIMANAKAH TAUBATNYA; APAKAH BESERTA TAUBAT, IA JUGA HARUS MENGQADHA HARI-HARI YANG IA TIDAK PUASA SELAMA INI, BAGAIMANA JAWABANNYA?

 

Selengkapnya...

Puasa tapi Tidak Shalat?!?

بسم الله الرحمن الرحيم, الحمد لله رب العالمين وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين, أما بعد:

Para Pembaca Seiman yang budiman…
Di bawah ini saya bawakan beberapa fatwa dari para ulama rahimahullah tentang seorang yang ingin mendapatkan berkahnya bulan Ramadhan tapi ternyata dia melakukan kesalahan besar yaitu meninggalkan shalat, semoga bermanfaat.

Selengkapnya...

Keutamaan Malam Nishfu Sya'ban

بسم الله الرحمن الرحيم, الحمد لله رب العالمين وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين, أما بعد:

Kawanku Pembaca Seiman…

Sebentar lagi akan datang malam nishfu (pertengahan) Sya'ban, semoga artikel ini menjadi tambahan wawasan dan bermanfaat sehingga dapat diamalkan. Selamat membaca.

عَنْ أَبِى مُوسَى الأَشْعَرِىِّ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « إِنَّ اللَّهَ لَيَطَّلِعُ فِى لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِجَمِيعِ خَلْقِهِ إِلاَّ لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ ».

Artinya: “Abu Musa Al Asy’ary radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya Allah akan benat-benar melihat di malam nisfu (pertengahan) bulan Sya’ban, lali Dia mengampuni seluruh makhluk-Nya kecuali untuk seorang musyrik atau seorang musyahin.” HR. Ibnu Majah dan dishahihkan oleh Al Albani di dalam kitab Silsilah Al Ahadits Ash Shahihah, no. 1144.

عن أبي ثعلبة الخشني : عن النبي صلى الله عليه و سلم قال : إذا كان ليلة النصف من شعبان اطلع الله إلى خلقه فيغفر للمؤمن و يملي للكافرين و يدع أهل الحقد بحقدهم حتى يدعوه

Artinya: “Abu Tsa’labah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Jika pada malam nishfu Sya’ban, Allah melihat kepada makhluk-makhluknya, maka Dia akan mengampuni untuk seorang yang beriman dan membiarkan orang-orang kafir dan meninggalkan orang-orang yang hasad dengan hasadnya sampai mereka meninggalkannya.” HR. Al Baihaqy dan dihasankan oleh Al Albani di dalam kitab Shahih Al Jami’, no. 771.

Selengkapnya...

Memperbanyak Puasa di bulan Sya'ban sangat Disyari'atkan

 

بسم الله الرحمن الرحيم, الحمد لله رب العالمين وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين, أما بعد:

Ketika memasuki bulan Sya’ban terdapat amalan yang sangat dianjurkan yaitu memperbanyak puasa, sebagaimana yang dikerjakan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam:

عن أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ قَالَ: قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ لَمْ أَرَكَ تَصُومُ شَهْرًا مِنْ الشُّهُورِ مَا تَصُومُ مِنْ شَعْبَانَ قَالَ ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ. رواه النسائي (4/4201) و أحمد (5/201), و انظر السلسلة الصحيحة (4/1898).

Artinya: "Usamah bin Zaid radhiyallahu 'anhu berkata: "Wahai Rasulullah, saya belum pernah melihat engkau berpuasa pada satu bulan dari bulan-bulan lainnya sebagaimana engkau berpuasa pada bulan Sya'ban? Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Bulan itu adalah bulan yang dilupakan manusia yaitu bulan antara Rajab dan Ramadhan, dan ia adalah bulan yang diangkat di dalamnya seluruh amalan kepada Rabb semesta alam, maka aku menginginkan amalanku diangkat dalam keadaan aku berpuasa". HR. An Nasai (420/4), Ahmad (5/201) dan lihat kitab Silsilah Al-Ahadits ash-ashahihah (4/1898).

Selengkapnya...

Ini Doanya jika Ingin Mendoakan Anak Anda

 

بسم الله الرحمن الرحيم, الحمد لله رب العالمين وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين, أما بعد:

Doa mempunyai kedudukan yang sangat agung di dalam agama Islam, ditambah lagi jika doa tersebut berasal dari orangtua untuk anaknya:

Hal ini dijelaskan di dalam hadits:

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لاَ شَكَّ فِيهِنَّ دَعْوَةُ الْوَالِدِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ ».

Artinya: “Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tiga doa yang dikabulkan, tidak diragukan pengabulannya; doanya orangtua (maksudnya untuk anaknya), doanya seorang musafir dan doanya yang terzhalimi.” HR. Abu Daud dan dishahihkan oleh Al Albani di dalam kitab Silsilah Al Ahadits Ash Shahihah, no. 596.

Tunggu apa lagi wahai para orangtua…

Masihkah Anda lupa atau malas untuk mendoakan anak-anak Anda yang sangat anda cintai. Sungguh, mereka sangat butuh kepada doa Anda!

Selengkapnya...

Ringkasan Tata Cara Umrah

بسم الله الرحمن الرحيم, الحمد لله رب العالمين وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين, أما بعد:

RINGKASAN TATA CARA UMRAH

 

1.   Ihram

Apabila telah sampai di miqat, sebelum memulai ihram disunnahkan mandi dan membersihkan badannya. Bagi laki-laki disunnahkan memakai wewangian, namun bagi wanita tidak diperbolehkan memakainya kapanpun selama di luar rumah. Lalu berniat di dalam hati untuk melaksanakan ibadah umrah, dan mengucapkan:

اللّهُمَّ لَبَّيْكَ عُمْرَةً

Mulai di sini sudah diharamkan baginya larangan-larangan ihram. Lalu membaca talbiyah:

"لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ, لَبَّيْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ, إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ"

(Hamba penuhi panggilan-Mu wahai Allah, hamba penuhi panggilan-Mu. Hamba penuhi panggilan-Mu tiada sekutu bagi-Mu, hamba penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, kenikmatan dan kerajaan adalah milik-Mu, tiada sekutu bagi-Mu). Ini terus dibaca sampai memasuki Masjidil Haram dan melihat Ka'bah. Saat masuk di Masjidil Haram, dahulukan kaki kanan, seraya mengucapkan doa masuk masjid :

"بِسْمِ اللهِ, وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ, أَعُوْذُ بِاللهِ الْعَظِيْمِ وَبِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَسُلْطَانِهِ الْقَدِيْمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ, اللَّهُمَ افْتَحْ لِي أَبوَابَ رَحْمَتِكَ"

(Dengan menyebut asma Allah, semoga shalawat dan salam tercurah kepada Rasulullah. Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Agung, dengan Wajah-Nya Yang Mulia, dan kerajaan-Nya yang ada semenjak azali,  dari setan yang terkutuk, Ya Allah bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu). Kemudian menuju ke arah Hajar Aswad untuk memulai Thawaf.

Selengkapnya...

 

Kajian Streaming

Langganan Artikel

Masukan Alamat Email Anda:

Delivered by FeedBurner

Pengunjung