Dakwah Sunnah | Kajian Ahlu Sunnah Wal Jamaah

Adab Safar dan Bepergian Penting Ketika Haji – Untaian Artikel “Menggapai Haji Mabrur”, bag. 10

 بسم الله الرحمن الرحيم, الحمدلله رب العالمين وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين, أمابعد:

Dibawah ini beberapa adab bepergian dan adab-adab ini sangat penting terutama ketika menunaikan ibadah haji:

1. Berpamitan kepada keluarga, kerabat. Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda kepada orang yang ingin bepergian:

 أَسْتَوْدِعُكَ اللَّهَ الَّذِى لاَ تَضِيعُ وَدَائِعُهُ

Artinya: "Aku titipkan Allah kepada, Yang tidak akan hilang titip-Nya". HR. Ibnu Majah, no. 2825 dan dishahihkan oleh Al-Albani di dalam Silsilat al-Ahadits Ash-Shahihah, no. 2547.

Selengkapnya...

Tamattu’ Lebih Utama – Untaian Artikel “Menggapai Haji Mabrur”, bag. 09

بسم الله الرحمن الرحيم, الحمد لله رب العالمين و صلى الله و سلم و بارك على نبينا محمد و آله و صحبه أجمعين, أما بعد:

Bagi yang ingin melakukan ibadah haji, boleh baginya memilih salah satu dari tiga tata cara menunaikan ibadah haji yang disyariatkan di dalam Islam; Tamattu', Qiran dan Ifrad.

Selengkapnya...

Boleh Berpuasa Berurutan dari tanggal 1 sampai 9 Dzulhijjah, Bahkan Dianjurkan!

 بسم الله الرحمن الرحيم, الحمد لله رب العالمين وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين, أما بعد:

Sebagian berpendapat bahwa dimakruhkan berpuasa dari tanggal 1 Dzulhijjah sampai tanggal 9 Dzulhijjah secara berurutan, mereka berdalih dan berdalil bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah mengerjakannya dan menganjurkannya kecuali tanggal 9 Dzulhijjahnya yaitu hari Arafah.

Selengkapnya...

Mengenal Ihram dan larangan-larangannya – Untaian Artikel “Menggapai Haji Mabrur”, bag. 8

بسم الله الرحمن الرحيم , الحمد لله رب العالمين و صلى الله عليه و سلم و بارك على نبينا محمد و آله و صحبه أجمعين, أما بعد:

Pengertian Ihram

Ihram secara bahasa berasal dari kata أحرم يحرم إحراماً, yaitu seseorang jika berniat haji atau umrah dan melaksanakan sebab dan syarat-syaratnya, siapa yang telah melepaskan pakaian yang membentuk tubuhnya dan menjauhi seluruh perkara yang dilarang syariat Islam ketika ihram, seperti; minyak wangi, nikah, berburu dan semisalnya, berarti dia berihram.

Selengkapnya...

Lebih Mengenal Syarat-Syarat Wajibnya Haji dan Umrah – Untaian Artikel “Menggapai Haji Mabrur”, bag. 5

بسم الله الرحمن الرحيم, الحمد لله رب العالمين وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله و صحبه أجمعين, أما بعد:

Haji diwajibkan dan dinyatakan sah ketika terkumpul syarat-syaratnya:

Selengkapnya...

Hukum Menghajikan atau Mengumrahkan orang lain – Untaian Artikel “Menggapai Haji Mabrur”, bag. 07

بسم الله الرحمن الرحيم, الحمد لله رب العالمين و صلى الله و سلم و بارك على نبينا محمد و آله و صحبه أجمعين, أما بعد:

Syarat Menghajikan orang lain:

1. Sudah pernah melakukan haji atau umrah untuk dirinya.

Hal ini berdasarkan berdasarkan riwayat dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu 'anhuma, beliu berkata:

أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- سَمِعَ رَجُلاً يَقُولُ لَبَّيْكَ عَنْ شُبْرُمَةَ. قَالَ « مَنْ شُبْرُمَةَ ». قَالَ أَخٌ لِى أَوْ قَرِيبٌ لِى. قَالَ « حَجَجْتَ عَنْ نَفْسِكَ ». قَالَ لاَ. قَالَ « حُجَّ عَنْ نَفْسِكَ ثُمَّ حُجَّ عَنْ شُبْرُمَةَ ».

Artinya: "Bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mendengar seorang laki-laki berkata: "Labbaika 'an Syubrumah (Aku memenuhi panggilanMu atas nama Syubrumah", Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bertanya: "Siapa Syubrumah?", laki-laki itu menjawab: "Saudaraku atau kerabatku", Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sudah berhajikah kamu?", laki-laki menjawab: "Belum", Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Berhajilah atas dirimu kemudian hajikan atas Syubrumah". HR. Abu Daud dan dishahihkan oleh Al Albani kitab Irwa Al Ghalil, 4/171.

Selengkapnya...

Hukum Haji Ngutang? – Untaian Artikel “Menggapai Haji Mabrur”, bag. 06

بسم الله الرحمن الرحيم, الحمد لله رب العالمين وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه, أما بعد:

Pertanyaan: Apa hukumnya berhutang untuk menunaikan haji?
Jawaban:


بسم الله الرحمن الرحيم, الحمد لله رب العالمين و صلى الله و سلم و بارك على نبينا محمد و آله و صحبه أجمعين, أما بعد:

Sudah kita ketahui bahwa salah satu syarat wajibnya haji adalah mampu, baik mampu harta sebagai bekal menunaikan ibadah haji dan mampu badan untuk menunaikan haji. Hal ini berdasarkan dalil di bawah ini:

{وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ}

Artinya: "Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah; Barang siapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam". QS. Ali Imran: 97.

Selengkapnya...

 

Kajian Streaming

Langganan Artikel

Masukan Alamat Email Anda:

Delivered by FeedBurner

Pengunjung