Dakwah Sunnah | Kajian Ahlu Sunnah Wal Jamaah

Wahai suamiku, telah kamu jadikan apa diriku?!

بسم الله الرحمن الرحيم, الحمد لله رب العالمين وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين, أما بعد:

Kamu biarkan aku shalat tidak tepat waktu, bahkan terkadang tidak shalat, apalagi sampai shalat tahajjud
Kamu biarkan aku jarang membaca Al Quran, bahkan terkadang ku tinggalkan Al Quran, apalagi sampai mengkhatamkannya
Kamu biarkan aku terlalu sibuk dengan televisi, menonton dan mendengarkan hal-hal yang cenderung dosa dan kurang bermanfaat.
Kamu biarkan aku keluar dengan membuka aurat bahkan terkadang terlalu menggoda lelaki yang bukan mahramku
Bukankah aku menikahimu dengan niat; agar aku lebih baik daripada sebelumnya, agar aku dididik oleh suamiku, karena Allah ta’ala berfirman:

{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا } [التحريم: 6]

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka….”QS. At Tahrim:6.
Wahai suamiku, telah kamu jadikan apa diriku?!
Kamu telah memasukkan ke dalam rumahmu barang-barang yang dengannya menggiringku ke dalam maksiat dan dosa.
Kamu telah membelikanku sesuatu yang dengannya aku sangat jauh dari ketaatan kepada Allah Ta’ala.
Wahai suamiku, tidakkah kamu takut masuk ke dalam hadits ini:

مَا مِنْ عَبْدٍ يَسْتَرْعِيهِ اللَّهُ رَعِيَّةً يَمُوتُ يَوْمَ يَمُوتُ وَهُوَ غَاشٌّ لِرَعِيَّتِهِ إِلاَّ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ   

Artinya: “Tidak ada seorang hamba yang Allah pimpinkan kepadanya orang-orang, ia meninggal dalam keadaan ia menipu orang-orang yang dipimpinnya, kecuali Allah Ta’ala telah mengharamkan atasnya surga.” HR. Muslim
Wahai suamiku, telah kamu jadikan apa diriku?!

Dari suami untuk sesama suami

Ahmad Zainuddin
Selasa, 16 Dzulqa’dah 1433H, Dammam KSA      

"PERBUATANMU, ITULAH YANG AKAN DIPERBUAT KEPADAMU"

 

عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ قَالَ: بَلَغَنَا أَنَّهَ مَنْ أَهَانَ ذَا شَيْبَةٍ لَمْ يَمُتْ حَتَّى يَبْعَثَ اللَّهُ عَلَيْهِ مَنْ يُهِينُ شَيْبَهُ إِذَا شَابَ

Artinya: “Dari Yahya Bin Sa’id, ia berkata: “Telah sampai kepada bahwa barangsiapa meremehkan orangtua renta, niscaya ia tidak mati sampai Allah mengutus kepadanya seseorang yang meremehkannya jika ia tua renta.” Lihat kitab Al ‘Umru wasy Syaib, karya Ibnu Abid Dunya , hal: 53.

 

Kajian Streaming

Langganan Artikel

Masukan Alamat Email Anda:

Delivered by FeedBurner

Pengunjung