Dakwah Sunnah | Kajian Ahlu Sunnah Wal Jamaah

Zakat Profesi

 

Pertanyaan:

Barokallohu fiikum. Ustadz saya mau tanya mengenai zakat profesi, apakah di dalam syariat Islam ada Zakat Profesi? dalilnya ada dimana? Bagaimana mengenai Fatwa Syeikh Yusuf Qordhowi mengenai zakat Profesi?

 

Jawaban:

Pada zaman sekarang ini, sebagian orang mengadakan zakat baru yang disebut dengan zakat profesi, yaitu bila seorang pegawai negri atau perusahaan yang memiliki gaji besar, maka ia diwajibkan untuk mengeluarkan 2,5 % dari gaji atau penghasilannya. Orang-orang yang menyerukan zakat jenis beralasan: bila seorang petani yang dengan susah payah bercocok tanam harus mengeluarkan zakat, maka seorang pegawai yang kerjanya lebih ringan dan hasilnya lebih besar dari hasil panen petani, lebih layak untuk dikenai kewajiban zakat. Berdasarkan qiyas ini, mereka mewajibkan seorang pegawai untuk mengeluarkan 2,5 % dari gajinya dengan sebutan zakat profesi.

 

Selengkapnya...

Hukum Bekerja di bank Syariah

Pertanyaan:
Bagaimana hukum kerja di bank syariah?? haram atau halal...? Mohon petunjuknya.. Jazakallahu khaira..
 
Jawaban:
 
بسم الله الرحمن الرحيم, الحمد لله رب العالمين وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين, أما بعد:
 
Hukumnya tergantung di dalam bank syariah tersebut apakah benar-benar syari’at atau tidak, jika tidak ada praktek riba dengan segala macam jenisnya maka halal hukumnya bekerja di Bank Syari’ah tersebut.
 

Selengkapnya...

Sesajen Digantung Saat Membangun Rumah

Pertanyaan: 
assalamualaikum wa rohmatullohi wa barokatuhu,

Pa' ustadz, saya mau tanya masalah sesaji. Di daerah saya biasa di sebut "sajen." Misalnya ketika membangun rumah, di saat bangunan sudah tinggi dan hendak memasang atap, ada pisang, padi, kelapa, dan lain sebagainya yang di gantung di kayu. 
 
Apakah hal ini dilarang di dalam agama atau di bolehkan? Karena yang melakukan ini bukan hanya orang' 'yg minim pengetahuan agamanya," tapi ada pa' ustadz, kiyai dan sesepuh yang paham masalah agama. jazakallah khoir.
 
 
 
Jawaban: 
wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh
 
Hal tersebut diharamkan dalam agama Islam, karena beberapa hal:
 
Pertama, tujuan dan niat dari penyediaan sesajen adalah untuk meminta keselamatan, kelancaran membangun rumah, kekuatan rumah dan hal-hal baik lainnya. Semuanya ini adalah permintaan yang merupakan ibadah.
 
Dan syarat ibadah harus ikhlas dan sesuai dengan contoh dari Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Dan perbuatan ini adalah amalan yang berkaitan dengan ibadah yang tidak ada contohnya berarti ini adalah perbuatan bid’ah. Dan perbuatan bid’ah haram dilakukan oleh seorang muslim.
 
عن عَائِشَةُ أَنَّ رَسُولَ الله -صلى الله عليه وسلم- قَالَ «مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ»
 
Artinya: “Aisyah radhiyallahu ‘anha meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallambersabda: “Barangsiapa yana beramal dengan sebuah amalan yang tidak ada contohnya dari kami maka amalannya tertolak.” HR. Muslim.
 
Kedua, jika peletakkan sesajen tersebut meminta kepada jin dan sebagai proses pendekatan diri kapada jin, maka perbuatan ini adalah kesyirikan, karena meminta sesuatu yang tidak disanggupi kecuali oleh Allah kepada selain Allah Ta’ala dan karena mendekatkan diri dalam rangka ibadah kepada selain Allah Ta’ala adalah sebuah perbuatan kesyirikan.
 
{إِنَّ الَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِ الله عِبَادٌ أَمْثَالُكُمْ فَادْعُوهُمْ فَلْيَسْتَجِيبُوا لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ} [الأعراف: 194]
 
Artinya: “Sesungguhnya berhala-berhala yang kamu seru selain Allah itu adalah makhluk (yang lemah) yang serupa juga dengan kamu. Maka serulah berhala-berhala itu lalu biarkanlah mereka memperkenankan permintaanmu, jika kamu memang orang-orang yang benar.” QS. Al A’raf: 194.
 
{وَمَنْ يَدْعُ مَعَ الله إِلَهًا آخَرَ لَا بُرْهَانَ لَهُ بِهِ فَإِنَّمَا حِسَابُهُ عِنْدَ رَبِّهِ إِنَّهُ لا يُفْلِحُ الْكَافِرُونَ} [المؤمنون: 117]
 
Artinya: “Dan barang siapa menyembah tuhan yang lain di samping Allah, padahal tidak ada suatu dalil pun baginya tentang itu, maka sesungguhnya perhitungannya di sisi Tuhannya. Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu tiada beruntung.” QS. Al Mukminun: 117
 
{فَلا تَدْعُ مَعَ الله إِلَهًا آخَرَ فَتَكُونَ مِنَ الْمُعَذَّبِينَ} [الشعراء: 213]
 
Artinya: “Maka janganlah kamu menyeru (menyembah) tuhan yang lain di samping Allah, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang diazab.” QS. Asy Syu’ara: 213.
 
{ وَلا تَدْعُ مَعَ الله إِلَهًا آخَرَ لا إِلَهَ إِلا هُوَ كُلُّ شَيْءٍ هَالِكٌ إِلا وَجْهَهُ لَهُ الْحُكْمُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ} [القصص: 88]
 
Artinya: "Janganlah kamu sembah di samping (menyembah) Allah, tuhan apapun yang lain. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah. Bagi-Nya lah segala penentuan, dan hanya kepada-Nya lah kamu dikembalikan.” QS. Al Qashash: 88.
 
{وَأَنَّ الْمَسَاجِدَ لِلَّهِ فَلا تَدْعُوا مَعَ الله أَحَدًا } [الجن: 18]
 
Artinya: “Dan sesungguhnya mesjid-mesjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorang pun di dalamnya di samping (menyembah) Allah.” QS. Al Jinn: 18.
 
Ketiga, Jika peletakkan sesajen tersebut dengan keyakinan bahwa pisang, padi, kelapa, dan lain-lain mampu mendatangkan kebaikan, keselamatan, ketentraman, kekuatan untuk rumah maka keyakinan seperti ini adalah kesyirikan, karena meyakini ada yang mengatur, mencipta dan berkuasa selain Allah Ta’ala adalah kesyirikan.
 
{ هُوَ الله الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ لَهُ الأسْمَاءُ الْحُسْنَى يُسَبِّحُ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ} [الحشر: 24]
 
Artinya: “Dia-lah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Nama-Nama Yang Paling baik. Bertasbih kepada-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” QS. Al Hasyr: 24.
 
{الله الَّذِي رَفَعَ السَّمَاوَاتِ بِغَيْرِ عَمَدٍ تَرَوْنَهَا ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ كُلٌّ يَجْرِي لأجَلٍ مُسَمًّى يُدَبِّرُ الأمْرَ يُفَصِّلُ الآيَاتِ لَعَلَّكُمْ بِلِقَاءِ رَبِّكُمْ تُوقِنُونَ} [الرعد: 2]
 
Artinya: “Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas Arasy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan (mu) dengan Tuhanmu.” QS. Ar Ra’du: 2.
 
Dan satu lagi, kegiatan seperti ini tidak dapat dikatakan hanya aktifitas ada istiadat semata, karena di dalamnya ada permintaan dan permohonan serta keyakinan yang sangat erat dengan ibadah doa dan memohon. Wallahu a’lam.
 
*) Ditulis oleh Ahmad Zainuddin, 18 Rabi’ul Awwal 1433H, Dammam KSA.

DENGARKAN KAJIAN TENTANG TAUHID DI SINI "MINTALAH HANYA KEPADA ALLAH"

 

 

Masihkah Ada Orang Bertakwa Di Zaman Ini?

Pertanyaan:
 
السلام عليكم وره مة لله وبر كاته
 
Ikhwan dan Ikhwati yang insya Allah dirahmati Allah Swt.
 
Izinkan sy bertanya dan menguap isi hati sy berkaitan dengan banyak_y org2 yang memperdebatkan masalah hukum Allah......
 
Langsung saja kepertanyaan sy. "pertanyaan sy spt ini" apakah masih ada orang yang benar2 bertakwa di zaman sekarang ini dan apakah pantas org2 di zaman skrg ini dikatkanan org yang benar2 bertakwa .....?????
 
Jawaban: 
Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.
 
Masih ada orang-orang yang benar-benar bertakwa di zaman sekarang, dan masih pantas orang-orang di zaman sekarang disebut sebagai orang yang benar-benar bertakwa.
 
Hal ini disebabkan beberapa hal;
 
Pertama, Karena kiamat belum dibangkitkan, karena jika kiamat sudah dibangkitkan, maka akan dibangkitkan dan keadaan manusia pada saat itu adalah makhluk-makhluk yang terburuk.
 
ثُمَّ يَبْقَى شِرَارُ النَّاسِ عَلَيْهِمْ تَقُومُ السَّاعَةُ
 
Artinya: “Kemudian tersisa manusia-manusia terburuk dan pada merekalah dibangkitnya hari kiamat.” HR. Muslim.
 
Kedua, Menjadi benar-benar bertakwa memang sulit akan tetapi bukan tidak mungkin.
 
Ketiga, Ayat-ayat menerangkan bertakwa akan tetap ada sampai hari kiamat menunjukkan bahwa orang bertakwa aka nada samapi sebelum hari kiamat dibangkitkan. wallahu a’lam. 
 
 
 
Pertanyaan: 
Bagaimana hukumnya mengkonsumsi obat penahan lapar yang di gunakat para astronot pada saat ke luar angkasa sehingga menahan lapar untuk jangka waktu yang cukup lama dan di gunakan di pada saat sedang berpuasa?
 
Jawaban: 
Tidak mengapa, asalkan tidak berpengaruh buruk  kepada kesehatan tubuh menurut dokter yang kompeten di bidangnya, ini jika dia ingin berpuasa, baik puasa wajib ataupun puasa sunnah.
 
Tetapi jika keadaan seperti ini terjadi, maka saya sarankan untuk tidak berpuasa karena mungkin akan menyulitkan berpuasa dan Anda dalam keadaan safar. Wallahu a’lam.
 
 
 
Pertanyaan: 
masalah riba.. masalah kurma jelek dan kurma bagus yg ditukar,, berati kan dlam masalah ini ada satu pihak yg di rugikan,walaupun jumlah timbangannya sama,,??      
 
Jawaban:
Untuk itulah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam menjadikan solusi untuk permasalahan ini dan semisalnya, yaitu dengan cara kurma jeleknya dijual kemudian hasil penjualannya, dibelikan dengannya kurma yang bagus, jadi aktifitasnya tidak riba dan tidak ada yang dirugikan.
 
Hal ini disebabkan karena kurma termasuk komoditi riba’, barang yang berlaku riba padanya berdasarkan pernyataan dari Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.
 
عَنْ أَبِى سَعِيدٍ الْخُدْرِىِّ وَعَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ - رضى الله عنهما - أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - اسْتَعْمَلَ رَجُلاً عَلَى خَيْبَرَ ، فَجَاءَهُ بِتَمْرٍ جَنِيبٍ ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - « أَكُلُّ تَمْرِ خَيْبَرَ هَكَذَا » . قَالَ لاَ وَاللَّهِ يَا رَسُولَ اللَّهِ ، إِنَّا لَنَأْخُذُ الصَّاعَ مِنْ هَذَا بِالصَّاعَيْنِ ، وَالصَّاعَيْنِ بِالثَّلاَثَةِ . فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - « لاَ تَفْعَلْ ، بِعِ الْجَمْعَ بِالدَّرَاهِمِ ، ثُمَّ ابْتَعْ بِالدَّرَاهِمِ جَنِيبًا»
 
Artinya: “Abu Sa’id Al Khudry dan Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhuma meriwayatkan bahwa Rasulullahshallallahu ‘alaihi wasallam menugaskan seseorang pada peperangan Khaibar, kemudian dia datang membawa kurma yang bagus, lalau Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Apakah setiap kurma Khaibar seperti ini?”, dia menjawab: “Tidak, demi Allah, wahai Rasulullah, sesungguhnya kami mengambil satu sha’ dari kurma jenis ini dengan 2 sha’ dari kurma jenis yang lain, dan 2 sha’ dengan 3 sha’”, lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jangan kamu kerjakan, juallah kumpulan kurma dengan beberap dirham, kemudian belilah dengan dirham-dirham tersebut kurma yang baik.Wallahu a’lam.
 
 
 
 
 
Pertanyaan: 
Assalaamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh, 
 
afwan ustadz, ana mau tanya:
 
1. Beberapa waktu yang lalu ana sempat ikut kajian di tempat yang berbeda dengan penjelasan yang berbeda pula, ini mengenai haramnya memotong rambut dan kuku bagi orang yang hendak berkurban pada bulan dzulhijjah, apakah ini bersifat umum atau khusus bagi orang yang sedang haji saja?
 
2. Ini tentang shalat yang dijamak, ana pernah baca di tempat yang berbeda dgn penjelasan yg berbeda pula, apakah ketika menjamak shalat diperbolehkan untuk beraktifitas (dzikir, shalat rawatib, dll.) di antara shalat yg pertama dgn shalat yg ke-2 ataukah diwajibkan untuk disambung tanpa aktifitas? semisal ana shalat maghrib, lalu ketika ana akan melanjutkan shalat berikutnya (isya) apakah langsung disambung atau boleh disela dgn aktifitas?
 
mohon jawaban atas pertanyaan ana, jazaakallahu khayran.    
 
Jawaban: 
No. fatwa: 1435
 
Pemberi Fatwa: Fadhilat Asy Syaikh Abdullah bin Jibrin rahimahullah.
 
السؤال:
في حال الجمع بين الصلاتين في السفر كالجمع بين المغرب والعشاء أو بين الظهر والعصر؛ هل يصح للمسافر أن يأتي بالتسبيح والذكر والمشروع عقب كل صلاة ؟ أم أنه يصلي الثانية عقب الأولى مباشرة ويسقط عنه التسبيح ؟
 
Pertanyaan: di dalam keadaan menjamak dua shalat di dalam bepergian seperti menjamak antara Shalat Maghrib dan Isya’ atau anatar Shalat Zhuhur dan Ashar, apakah sah bagi musafir untuk melakukan tasbih dan dzikir yang disyari’atkan setelah setiap shalat? Ataukah dia shalat kedua langsung setelah shalat yang pertama dan gugur atasnya syari’at dzikir (stelah shalat)?
 
الجواب:
في هذه الحالة يصلي الثانية بعد السلام من الأولى مباشرة، ويأتي بالأذكار والأوراد بعد الفراغ من الثانية؛ فإن تيسر له أن يأتي بأذكار الصلاتين بعد الفراغ منهما فهو أفضل، وإن اقتصر على ذكر إحدى الصلاتين فله ذلك، وإن انشغل بسفره وبعمله عن الذكر كله فله عذر، ولكن عليه الحرص أن يأتي بما يقدر عليه من التسبيح والتحميد والتهليل والتكبير والاستغفار والدعاء؛ ليكون ذلك مما يكتب له به حسنات وأجر كبير.
 
Jawaban: Di dalam keadan ini, dia shalat yang kedua langsung setelah salam dari shalat yang pertama dan melakukan dzikir-dzikir dan bacaan-bacaan setelah selesai dari shalat yang kedua, jika mudah baginya untuk melakukan dzikir untuk kedua shalat setelah selesai dari keduanya maka ini yang lebih utama, dan jika dia mencukupkan atas satu dzikir dari dua shalat tersebut maka boleh baginya akan hal itu, bahkan jika dia disbukkan dengan safarnya dan kegiatannya dari berdzikir maka dia memiliki alasan, akan tetapi hendaknya dia bersungguh-sungguh sesuai dengan kemampuannya untuk bertasbih, tahmid dan tahlil serta takbir dan istighfar dan doa, agar hal tersebut dituliskan untuknya kebaikan dan pahal yang besar. Sumber; http://alukah.net/
 
*) Diterjemahkan oleh Ahmad Zainuddin, Selasa, 6 Rabi’ul Awwal 1433H Dammam KSA.

 

 

12 Rabiul Awwal

Abdullah: "Abdurrahman, kamu hadirkan ntar malam?"
 
Abdurrahman: "Kemana? Ngapain?"
 
Abdullah: "Lho kamu nggak dapat undangan peringatan Maulid Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam?, penting lho …!ada ceramah ustadznya lagi…banyak faedahnya! Cuma sekali setahun koq, kesempatan emas, susah  dicari."
 
Abdurrahman: "Saya dapat undangan, tapi saya fikir acara itu tidak boleh dikerjakan."
 
 
 
Abdullah: "Lho apa sebabnya?! kamu ini gimana sih…?! Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallamsendirikan yang bersabda kalau hari Senin itu hari kelahirannya… haditsnya diriwayatkan oleh Imam Muslim lagi, dari shahabat Abu Qatadah radhiyallahu 'anhu, beliau berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah ditanya tentang berpuasa pada hari Senin, lalu beliaupun menjawab:   
 
قَالَ ذَاكَ يَوْمٌ وُلِدْتُ فِيهِ وَيَوْمٌ بُعِثْتُ أَوْ أُنْزِلَ عَلَيَّ فِيهِ
 
Artinya: "Itu Adalah hari di mana aku dilahirkan dan hari aku diutus atau diturunkan kepadaku wahyu (pertama kali)", para ulama mengatakan dengan berdasarkan hadits ini boleh kita memperingatinya bahkan sangat dianjurkan!!"
 
Abdurrahman: "Saya paham tapi ntar dulu! Kalau diurut-urut, menurut kamu siapa yang paling paham tentang agama yang dibawa oleh Nabi  Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam ini?"
 
Abdullah: "Ya…Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam sendiri dong! lha wong beliau yang membawa dan diutus oleh Allah Ta'ala, kamu ini ada-ada aja pertanyaannya?!"
 
Abdurrahman: "Lalu siapa setelah beliau shallallahu 'alaihi wasallam?"
 
Abdullah: "Hm… sepertinya para shahabat beliau radhiyallahu 'anhum, karena mereka yang melihat wahyu itu turun kepada Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, mereka yang tahu sebab-sebab turunnya ayat-ayat Al Quran, tahu sebab-sebabnya muncul hadits ini dan itu. Emangnya kenapa sih?"
 
Abdurrahman: "Nah...., kalo gitu saya nggak berani hadiri maulidan karena Nabi Muhammadshallallahu 'alaihi wasallam dan seluruh para shahabatnya radhiyallahu 'anhum serta seluruh tabi'in dan tabi'ut tabi'in rahimahumullah, yang mana mereka-mereka itu paling paham akan Islam ini nggak pernah mengerjakannya, lalu saya mau ngikut siapa? Apalagi Allah Ta'ala pernah berfirman dalam surat asy Syura ayat 21:
 
{أَمْ لَهُمْ شُرَكَاءُ شَرَعُوا لَهُمْ مِنَ الدِّينِ مَا لَمْ يَأْذَنْ بِهِ اللَّهُ} [الشورى: 21]
 
Artinya: "Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah?" Saya juga nggak mau amalan saya di tolak gara-gara nggak ada contohnya dari Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam dan para shahabatnya radhiyallahu 'anhum, karena Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah bersabda:
 
عن عَائِشَةُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ عَمِلَ عَمَلًا لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ
 
Artinya: "Dari Aisyah radhiyallahu 'anha, beliau berkata: "Bahwa Rasululah shallallahu 'alaihi wasallambersabda: "Barangsiapa yang beramal suatu amalan yang bukan dari perkara kami maka ia tertolak."
 
Kemudian acara itukan seperti ikut-ikutan orang nashrani, karena mereka juga merayakan hari kelahiran al Masih Isa Bin Maryam, padahal mengikuti mereka dilarang oleh Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari di dalam kitab shahihnya:
 
لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ مَنْ قَبْلَكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتَّى لَوْ سَلَكُوا جُحْرَ ضَبٍّ لَسَلَكْتُمُوهُ قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى قَالَ فَمَنْ
 
Artinya: "Sungguh kamu benar-benar mengikuti orang sebelum kamu sejengkal demi jengkal dan sehasta demi hasta sampai-sampai jika mereka memasuki lubang biawak maka sungguh kalian akan mengikuti mereka", kami (para shahabat) berkata: "Wahai Rasulullah… apakah maksudnya orang-orang Yahudi Dan Nashrani?" Beliau menjawab: "Siapa lagi (kalau bukan mereka)?"
 
Dan saya pernah membaca di dalam kitab "al 'Ayad wa atsaruha 'alal Muslimin" karya Doktor Sulaiman Bin Salim As Suhaimi, halaman 287, bahwasanya peringatan maulid Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam pertama kali terjadi dalam sejarah Islam, di akhir abad keempat di Mesir pada saat berdirinya negara Fathimiyah, mereka ini orang-orang Syi'ah Bhathiniyah, pada waktu itu ada enam peringatan hari kelahiran (maulid), maulid Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, maulid Ali Bin Abi Thalib, Maulid Hasan dan Husein serta Maulid Fathimah radhiyallahu 'anhum juga maulid pemimpin pemerintah pada waktu itu. Makanya saya tidak berani menghadiri undangan tersebut."
 
Abdullah: "O.. begitu ya… saya baru dengar nih, tapi saya pernah baca di "Sunan al Baihaqi al Kubra" no hadits 7960, dari sahabat Anas Bin Malik radhiyallahu 'anhu bahwasanya Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam mengaqiqahi diri beliau shallallahu 'alaihi wasallam setelah beliau diangkat menjadi nabi". Padahal kakek beliau Abdul Muthallib sudah mengaqiqahkan beliau pada hari ketujuh dari hari kelahiran beliau, dan aqiqah nggak mungkin dua kali, maka kemungkinan… apa yang dikerjakan oleh Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam untuk menyatakan rasa syukur atas dilahirkannya beliau shallallahu 'alaihi wasallam."
 
Abdurrahman: "Lho kamu nggak tahu ya… hadits itu kan munkar?! Imam Ahmad rahimahullah yang berkata gitu, bahkan Imam Nawawi rahimahullah  juga menghukuminya sebagai hadits yang bathil lalu Ibnu Hajar rahimahullah berkata hadits itu nggak benar. Coba kamu lihat di kitab al 'ayad tadi."
 
Abdullah: "Wah… kamu koq jadi pinter sekarang… pasti kamu banyak baca! Tapi saya pernah diberitahu ustadz di pengajian bahwa diriwayatkan Abu Lahab diringankan azabnya di neraka karena di dunia ia memerdekakan Tsuwaibah (seorang budak) ketika diberitahukan akan kelahiran Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, lalu ia menyusui Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pada waktu kecil. Lalu kata beliau: "Kalau orang kafir saja diringankan azabnya di neraka  disebabkan apa yang telah ia kerjakan pada waktu diberitahukan akan kelahiran Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, bagaimana kita yang beriman dan mengesakan Allah Ta'ala?! Pasti akan lebih diberi ganjaran, pasti akan diberikan Allah surga-Nya". Nah, kalau gitu gimana dong?! Saya mulai bingung nih?"
 
Abdurrahman: "Ngapain bingung… kata Ibnu Hajar di dalam Fathul Bari riwayat ini mursal diirsalkan oleh 'Urwah, lalu Tsuwaibah, riwayat yang benar adalah bahwa ia dimerdekakan sebelum hijrah sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnu Hajar di dalam kitab Fath Al Bari, kemudian, banyak sekali nash-nash yang jelas bahwa pekerjaan orang-orang kafir terhapus, Allah Ta'ala berfirman:
 
{ مَثَلُ الَّذِينَ كَفَرُوا بِرَبِّهِمْ أَعْمَالُهُمْ كَرَمَادٍ اشْتَدَّتْ بِهِ الرِّيحُ فِي يَوْمٍ عَاصِفٍ لَا يَقْدِرُونَ مِمَّا كَسَبُوا عَلَى شَيْءٍ ذَلِكَ هُوَ الضَّلَالُ الْبَعِيدُ}
 
Artinya: "Perumpamaan orang-orang yang kafir kepada Tuhannya, amalan-amalan mereka adalah seperti abu yang ditiup angin dengan keras pada suatu hari yang berangin kencang. mereka tidak dapat mengambil manfaat sedikitpun dari apa yang Telah mereka usahakan (di dunia). Yang demikian itu adalah kesesatan yang jauh." Surat Ibrahim:18.
 
Dan Al Quran telah menjelaskan bahwa adzab orang-orang kafir tidak akan diringankan:
 
{وَالَّذِينَ كَفَرُوا لَهُمْ نَارُ جَهَنَّمَ لَا يُقْضَى عَلَيْهِمْ فَيَمُوتُوا وَلَا يُخَفَّفُ عَنْهُمْ مِنْ عَذَابِهَا كَذَلِكَ نَجْزِي كُلَّ كَفُورٍ}
 
Artinya: "Dan orang-orang kafir bagi mereka neraka jahannam. mereka tidak dibinasakan sehingga mereka mati dan tidak (pula) diringankan dari mereka azabnya. Demikianlah kami membalas setiap orang yang sangat kafir." Surat Fathir:36
 
Apalagi Al Quran dengan jelas sekali telah menyebutkan Abu Lahab akan mendapatkan adzabnya di neraka:
 
{تَبَّتْ يَدَا أَبِي لَهَبٍ وَتَبَّ (1) مَا أَغْنَى عَنْهُ مَالُهُ وَمَا كَسَبَ (2) سَيَصْلَى نَارًا ذَاتَ لَهَبٍ (3)}
 
Artinya: "Binasalah kedua tangan abu Lahab dan Sesungguhnya dia akan binasa. Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan. Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak." Surat al Masad:1-3
 
Abdullah: "MasyaAllah, saya nggak ngira kamu sudah banyak sekali belajar, kalau saya, jika ada ayat al Quran yang disebutkan dan tafsirannya berdasarkan pemahaman para shahabat radhiyallahu 'anhummaka saya nggak berani mendahului al Quran walaupun satu centi! Tapi, Syeikh Muhammad Alawi al Maliki, ulama yang berdomisili di Mekkah, menyebutkan dalam kitabnya "Haulal Ihtifal bil Maulid,"bahwa kita kan harus bersyukur, gembira dengan kelahiran beliau karena dengan dilahirkannya beliau kita keluar dari kegelapan kepada cahaya. Allah Ta'ala berfirman:
 
{قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ}
 
Artinya: "Katakanlah: "Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan." Surat  Yunus:58.
 
Dan yang dimaksudkan Rahmat Allah di dalam ayat ini adalah Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, sebagaimana firman Allah Ta'ala:
 
{وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ} [الأنبياء: 107]
 
Artinya: "Dan tiadalah kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam".Surat al Anbiya-':107
 
Abdurrahman: "Hm.... gitu ya, tapi yang saya ketahui maksud keutaaman Allah di dalam rahmat disini adalah agama Islam sebagaimana pendapat shahabat Abu Sa'id al Khudri dan Abdullah bin Abbasradhiyallahu 'anhuma di dalam tafsir Al Jami' li Ahkamil Qur'an karya Imam Al Qurthubi ulama Islam abad ke 7 Hijriyah, dan juga Ibnul Qayyim, ulama Islam Abad ke 9 Hijriyah mengatakan di dalam kitabnya Ijtima'ul Juyusy al Islamiyah: "Dan telah sepakat perkataan para salaf bahwa keutamaan Allah dan Rahmat-Nya adalah Islam dan Sunnah. 
 
Lalu kamu tau nggak, aku pernah membaca di kitab Shahih Sirah An Nabawiyah karya Albanirahimahullah ulama hadits dari Yordania, beliau memberikan catatan kaki di sana, beliau berkata: "Aku berkata: "Adapun tanggal hari kelahiran beliau shallallallahu 'alaihi wasallam, telah disebutkan Ibnu Katsir tentangnya dan tentang bulannya beberapa pendapat di dalam kitab aslinya (as Sirah An Nabawiyyah), dan seluruhnya mu'allaqah –tanpa pertalian periwayatan-  jika ditinjau dari sisi kaiedah ilmu hadits, kecuali pendapat yang mengatakan bahwa: sesungguhnya ia (hari kelahiran beliaushallallahu 'alaihi wasallam) pada tanggal 8 dari bulan Rabi'ul Awal, karena hal ini diriwayatkan oleh Imam Malik dan yang lainnya dengan sanad yang shahih dari Muhammad Bin Jubair Bin Muth'im, dan ia merupakan seorang tabi'i yang terkemuka. Oleh sebab itulah para ahli sejarah membenarkan pendapat ini dan menyandarkan dengan riwayat ini, dan al Hafidz al Kabir Muhammad Bin Musa al Khawarizmi memastikannya, serta Abul Khaththab merajihkannya, sedangkan jumhur berpendapat bahwa tanggal 12 dari bulan Rabi'ul Awal," demikian kata Al Albani. Sedangkan kalau kita baca kitab Siyar 'Alamin Nubala-', maka sungguh kita akan dapatkan Imam Adz Dzahabi menyebutkan beberapa riwayat tentang hari kelahiran Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam. Tetapi anehnya, para ahli sejarah Islam seperti Ibnu Katsir, al Waqidy, Ibnu Sa'ad, Imam Adz Dzahabi sepakat bahwa wafatnya Nabi Muhammadshallallahu 'alaihi wasallam pada hari Senin tanggal 12 Rabi'ul Awal".
 
Abdullah: "Ente koq malah ngomong sejarah… kepanjangan…. dari tadi maksudnya apa…?!"
 
 
Abdurrahman: "Maksud saya… para ahli sejarah dan ulama hadits tidak bersepakat akan hari kelahiran Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, meskipun jumhur berpendapat tanggal 12 Rabi'ul Awal. Tapi para Ahli sejarah dan ulama hadits bersepakat akan kematian beliau shallallahu 'alaihi wasallamtanggal 12 Rabi'ul Awal. Oleh karena itu, saya bingung kepada orang yang berkumpul pada tanggal 12 Rabi'ul Awal apakah mereka itu gembira dengan kelahiran beliau atau dengan wafatnya beliaushallallahu 'alaihi wasallam?!?"
 
Abdullah: "O.. gitu ya… jadi ustadz tadi salah dong...?!"
 
Abdurrahman: "Setiap manusia punya kesalahan…"
 
Abdullah: "Iya ya… tapi ntar kita di sana nggak ngelakuin maksiat koq, malah kita ntar membaca shalawat baca sejarah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Jadi dengan memperingati maulidnya kita bershalawat, ngajak orang shalawatan kan bagus…?!
 
Abdurrahman: "Wah kalau gitu malam lainnya kita nggak shalawatan dan baca sejarah beliaushallallahu 'alaihi wasallam dong! Padahal membaca shalawat itukan sangat dianjurkan kapan dan dimana saja, Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam bersabda dari hadits Abu Hurairahradhiyallahu 'anhu di dalam  kitab shahih Muslim:
 
مَنْ صَلَّى عَلَيَّ وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرًا
 
Artinya: "Barangsiapa yang bershalawat kepadaku sekali maka Allah akan memberikan kepadanya rahmat sepuluh kali".
 
Dan kita sebagai seorang muslim diperintahkan untuk memperbanyak membaca shalawat pada hari jum'at:
 
عَنْ أَوْسِ بْنِ أَوْسٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ مِنْ أَفْضَلِ أَيَّامِكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فِيهِ خُلِقَ آدَمُ عَلَيْهِ السَّلَام وَفِيهِ قُبِضَ وَفِيهِ النَّفْخَةُ وَفِيهِ الصَّعْقَةُ فَأَكْثِرُوا عَلَيَّ مِنْ الصَّلَاةِ فَإِنَّ صَلَاتَكُمْ مَعْرُوضَةٌ عَلَيَّ ... رواه النسائي
 
Artinya: "Dari Aus Bin Aus, dari Nabi Muhammad r beliau bersabda: "Sesungguhnya salah satu hari yang paling utama bagi kalian adalah hari Jum'at, di dalamnya diciptakan Adam alaihis salam, di dalamnya di wafatkan, di dalamnya peniupan (sangsakala) dan di dalamnya akan terjadi kematian (pada hari kiamat) maka perbanyaklah membaca shalawat atasku sesungguhnya shalawat kalian akan disampaikan kepadaku… Hadits riwayat Imam Nasai.
 
Sungguh aneh kalau ada seseorang yang ngaku cinta Nabi shallallahu 'alaih wasallam bershalawat hanya pada hari kelahirannya, dikemanakan 364 harinya?! Keberadaan peringatan maulid Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam sebagai cara untuk mengenang Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, sehingga kita bershalawat kepada beliau pada hari itu. Ini cocok bagi orang yang kalau lagi mau masuk masjid tidak bershalawat, setelah mendengar adzan tidak  bershalawat, ketika berdoa tidak bershalawat, ketika shalat jenazah tidak bershalawat, ketika disebutkan nama beliau tidak bershalawat dan banyak lagi tempat-tempat yang mana dianjurkan kita bershalawat kepada beliau shallallahu 'alaihi wasallam, sedangkan kita seorang muslim setiap tempat dan waktu yang saya sebutkan diatas selalu bershalawat, tidak  mengkhususkannya pada saat maulid saja, kita nggak mau dibilang orang yang pelit medit kikir, sebagaimana sabda Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallamdi dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi:
 
الْبَخِيلُ الَّذِي مَنْ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيَّ         
 
Artinya: "Orang yang kikir adalah orang yang disebutkan kepadanya namaku lalu ia tidak bershalwat kepadaku."
 
Abdullah: "Tapi seluruh ulama dan kaum muslimin kan memperingati maulid ini, hampir seluruh dunia lho… dan shahabat Abdullah Bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu mengatakan: "Sesuatu yang dianggap oleh kaum muslim itu baik maka hal itu merupakan baik di sisi Allah?!?"
 
Abdurrahman: "Sepertinya pernyataan itu kurang valid, karena di sana banyak ulama dan sebagian kaum muslim tidak memperingatinya termasuk saya, jadi sensus itu nggak benar, kemudian kalau perayaan ini tidak pernah dikerjakan oleh para shahabat radhiyallahu 'anhum dan tabi'in serta tabi'ut tabi'in rahimahumullah bagaimana disebut pekerjaan itu baik?!? Dan kata para ulama rahimahumullah,maksud "kaum muslim" di perkataan Abdullah Bin Mas'ud radhiyallahu 'anhum tadi adalah: para shahabat radhiyallahu 'anhum."
 
Abdullah: "Hm…gitu yaa…saya paham sekarang, tapi ntar kita dibilang nggak cinta sama Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, karena tidak menghadiri peringatan maulid Nabi shallallahu 'alaihi wasallam???"
 
Abdurrahman: "Abdullah… Abdullah, orang yang ngaku cinta kepada Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, harus mentaati segala perintahnya, menjauhi segala larangannya, berjalan di atas jalannya, dan tidak boleh beribadah kecuali sesuai petunjuknya… itu yang namanya cinta hakiki Abdullah…! Kalau ngaku cinta jangan bikin-bikin ibadah baru dong…! Coba perhatikan firman Allah surat Ali Imran ayat 31:
 
{قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ}
 
Artinya: "Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
 
Di dalam ayat ini Allah menjadikan taat dan patuh tanda akan kecintaan itu, dan dengannya kita bisa mengetahui yang benar-benar cinta dan yang hanya ngaku-ngaku aja. Sedangkan coba perhatikan ibadah-ibadah baru yang tidak pernah ada di zaman Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, para shahabatnya, bahkan tabi'in, apa hasilnya:
 
أن رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ عَمِلَ عَمَلًا لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ. رواه مسلم
 
Artinya: "Bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa yang beramal bukan atas dari perkara kami maka amalannya tertolak." Haditsnya di Shahih Muslim. Orang arab berkata:
 
و الدعاوي مالم يقيموا عليها           بينات فأهلها أدعياء
 
"Dan pengakuan tanpa ada bukti-bukti maka mereka itu hanya ngaku-ngaku"
 
Sungguh indah perkataan  syeikhul Islam di dalam Majmu' Fatwa:
 
فَالْحَذَرَ الْحَذَرَ أَيُّهَا الرَّجُلُ مِنْ أَنْ تَكْرَهَ شَيْئًا مِمَّا جَاءَ بِهِ الرَّسُولُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوْ تَرُدَّهُ لِأَجْلِ هَوَاك أَوْ انْتِصَارًا لِمَذْهَبِك أَوْ لِشَيْخِك أَوْ لِأَجْلِ اشْتِغَالِك بِالشَّهَوَاتِ أَوْ بِالدُّنْيَا فَإِنَّ اللَّهَ لَمْ يُوجِبْ عَلَى أَحَدٍ طَاعَةَ أَحَدٍ إلَّا طَاعَةَ رَسُولِهِ وَالْأَخْذَ بِمَا جَاءَ بِهِ بِحَيْثُ لَوْ خَالَفَ الْعَبْدُ جَمِيعَ الْخَلْقِ وَاتَّبَعَ الرَّسُولَ مَا سَأَلَهُ اللَّهُ عَنْ مُخَالَفَةِ أَحَدٍ فَإِنَّ مَنْ يُطِيعُ أَوْ يُطَاعُ إنَّمَا يُطَاعُ تَبَعًا لِلرَّسُولِ وَإِلَّا لَوْ أَمَرَ بِخِلَافِ مَا أَمَرَ بِهِ الرَّسُولُ مَا أُطِيعَ . فَاعْلَمْ ذَلِكَ وَاسْمَعْ وَأَطِعْ وَاتَّبِعْ وَلَا تَبْتَدِعْ . تَكُنْ أَبْتَرَ مَرْدُودًا عَلَيْك عَمَلُك بَلْ لَا خَيْرَ فِي عَمَلٍ أَبْتَرَ مِنْ الِاتِّبَاعِ وَلَا خَيْرَ فِي عَامِلِهِ وَاَللَّهُ أَعْلَمُ . مجموع الفتاوى (16528)
 
"Berhati-hatilah…wahai manusia …dari membenci apapun yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, atau menolaknya disebabkan oleh hawa nafsumu, atau menolaknya karena pembelaan terhadap madzhab dan gurumu, atau karena kesibukanmu dengan syahwat dunia. Karena sesungguhnya Allah tidak mewajibkan atas seseorang untuk ta'at kepada seorang makhluk, kecuali keta'atan kepada Rasul-Nya dan mengambil apapun yang dibawa olehnya, yang mana jikalau seorang hamba menyelisihi seluruh makhluk tetapi ia mengikuti Rasulullah, maka Allah tidak akan menanyakan kepadanya tentang ketidak ta'atannya kepada seorang manusiapun. Karena sesungguhnya barangsiapa yang ta'at atau dita'ati, sesungguhnya hanya dita'ati karena pengikutannya kepada Rasulullah, dan jikalau ia memerintahkan sesuatu yang bertentangan dengan apa yang dibawa oleh Rasulullah ia tidak akan dita'ati. Maka ketauhilah akan hal itu, dengarkan, ta'ati dan ikutilah serta janganlah membuat sesuatu yang baru, maka amalanmu akan tertolak, kembali kepadamu. Dan tiada kebaikan apapun di dalam sebuah amalan yang tidak mengikuti sunnah dan tidak ada kebaikan apapun bagi pelakunya. Wallahu 'alam. (lihat Majmu' Fatawa, 2/465)
 
Abdullah: "Waah, jazakumullah khairan ya… kaya'nya aku nggak ikut juga ah!"
 
*) Ditulis oleh Ahmad Zainuddin, Ahad, 10 Rab'iul Awwal 1432H, Dammam KSA

INILAH BANTAHAN DALI-DALIL YANG MERAYAKAN MAULID, DENGARKAN KAJIAN MP-3 DI SINI

 

 

Hukum Onani

Pertanyaan: 

Ustadz yang di rahmati Allah.. ana mau jujur sama ustadz.... ana setiap nonton film porno ana selalu onani... ana ngga bisa nahan sahwat ana.... tp ana selalu mandi junub... pertanyaannya apa hukum onani dalam islam dan apakah sholat ana diterima... syukron.



 
Jawaban:
بسم الله الرحمن الرحيم, الحمد لله رب العالمين, و صلى الله و سلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين, أما بعد:

Wahai Saudaraku…

Saya merasakan dari pertanyaan Anda perasaan berdosa dan niat ingin lepas dari perbuatan haram tersebut. 

Sebelum saya jawab pertanyaan Anda, maka saya katakan: “Wahai Saudaraku...kejujuran Anda insyaAllah akan mendorong Anda untuk bertaubat dan hidup selalu di dalam ketaatan dan rasa takut dan harap kepada Allah Ta’ala.”

Ketauhilah wahai Saudaraku…

Saya yakin Anda bisa menghentikan perbuatan tercela itu, dengan izin dari Allah Ta’ala.
Saya yakin hidup Anda lebih baik setelah menghentikan perbuatan tersebut, insyaAllah.
Tidak semua orang yang bermaksiat dengan maksiat yang sama dengan Anda atau bahkan lebih!!! Mempunyai kejujuran dan perasaan bersalah seperti Anda, maka janganlah sia-siakan perasaan itu, sesungguhnya ini adalah hidayah dari Dzat yang memberikan Hidayah, Allah Rabb alam semesta!!!.

Wahai saudaraku…

Cepat dan bersegeralah bertaubat karena maut kita tidak tahu kapan menjemput kita…
Cepat dan bersegeralah bertaubat…

Saya sangat yakin Anda tidak ingin seperti Fir’aun yang tidak diterima taubatnya gara-gara terbit taubatnya terlambat. Allah Ta’ala berfirman:
{وَجَاوَزْنَا بِبَنِي إِسْرَائِيلَ الْبَحْرَ فَأَتْبَعَهُمْ فِرْعَوْنُ وَجُنُودُهُ بَغْيًا وَعَدْوًا حَتَّى إِذَا أَدْرَكَهُ الْغَرَقُ قَالَ آمَنْتُ أَنَّهُ لا إِلَهَ إِلا الَّذِي آمَنَتْ بِهِ بَنُو إِسْرَائِيلَ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ (90) آلآنَ وَقَدْ عَصَيْتَ قَبْلُ وَكُنْتَ مِنَ الْمُفْسِدِينَ (91)} [يونس: 90، 91]


Artinya: “Dan Kami memungkinkan Bani Israel melintasi laut, lalu mereka diikuti oleh Firaun dan bala tentaranya, karena hendak menganiaya dan menindas (mereka); hingga bila Firaun itu telah hampir tenggelam berkatalah dia: "Saya percaya bahwa tidak ada Rabb melainkan Rabb yang dipercayai oleh Bani Israel, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)." “Apakah sekarang (baru kamu percaya), padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu, dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan.” QS. Yunus: 90-91. 

 
Saya sangat yakin Anda tidak ingin seperti yang disebutkan di dalam hadits ini:
عَنْ عَبْدِ الله بْنِ عَمْرٍو رضي الله عنهما عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ : « إِنَّ الله عَزَّ وَجَلَّ لَيَقْبَلُ تَوْبَةَ الْعَبْدِ مَا لَمْ يُغَرْغِرْ ».


Artinya: “Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla benar-benar akan menerima taubatnya seorang hamba selama nafas belum ditenggorokan.” HR. Ibnu Majah. 

 
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ قَالَ رَسُولُ الله -صلى الله عليه وسلم- « مَنْ تَابَ قَبْلَ أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا تَابَ الله عَلَيْهِ »

Artinya: “Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallambersabda: “Barangsiapa yang bertaubat sebelum terbit matahari dari baratnya maka Allah akan menerima taubatnya.” HR. Muslim.

Ayo kawan… tunggu apa lagi.... 

Ketauhilah saudaraku…segala puji hanya milik Allah, Sembahan kita satu-satu-Nya, Allah itu Maha Pengampun, taubat Anda pasti diterima asalkan benar-benar bertaubat.

Allah Ta’ala berfirman:
 
{ قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ الله يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ } [الزمر: 53]


Artinya: “Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah.” “Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya.  Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” QS. Az Zumar: 53.

Wahai Saudaraku, sekarang mari kita lihat jawaban atas pertanyaan:

Pertama, bertaubatlah dari menonton film porno atau setiap perbuatan yang meningkatkan hawa nafsu yang diharamkan, karena hukumnya haram. Hal ini berdasarkan:

Firman Allah Ta’ala:

{ قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ الله خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ (30) وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ } [النور: 30، 31]


Artinya: “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat." “Katakanlah kepada wanita yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya.” QS. An Nur: 30-31. 

 

Berkata Ibnu Katsir rahimahullah

 
هذا أمر من الله تعالى لعباده المؤمنين أن يغضوا من أبصارهم عما حرم عليهم، فلا ينظروا إلا إلى ما أباح لهم النظر إليه  ، وأن يغضوا  أبصارهم عن المحارم.
 
Artinya: “Ini adalah perintah dari Allah Ta’ala untuk para hamba-Nya kaum beriman lelaki, agar mereka menjaga pandangan mereka dari apa-apa yang telah diaharamkan ats mereka, maka janganlah mereka melihat kecuali kepada apa yang dibolehkan bagi mereka untuk melihatnya, dan hendaknya mereka menjaga pandangan mereka dari hal-hal yang diharamkan.” Lihat kitab Tafsir Al Quran Al Azhim.
 
 Firman Allah Ta’ala:

 

{إِنَّ الَّذِينَ يُحِبُّونَ أَنْ تَشِيعَ الْفَاحِشَةُ فِي الَّذِينَ آمَنُوا لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَالله يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ} [النور: 19]

 

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang, kamu tidak mengetahui.” QS. An Nur: 19.
 
Firman Allah Ta’ala:

 

{ وَلا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلا} [الإسراء: 32]

Artinya: “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” QS. Al Isra: 32.
Berkata Ibnu Katsir rahimahullah:
قوله تعالى ناهيًا عباده عن الزنا وعن مقاربته، وهو مخالطة أسبابه ودواعيه

Artinya: “Firman Allah tersebut melarang hamba-hamba-Nya dari perbuatan zina dan mendekatinya, yaitu dengan melakukan sebab-sebab dan sarana-sarananya.” Lihat kitab Tafsir Al Quran Al Azhim.

Berkata Syeikh Abdurrahman As Sa’dy rahimahullah:
والنهي عن قربانه أبلغ من النهي عن مجرد فعله لأن ذلك يشمل النهي عن جميع مقدماته ودواعيه فإن: " من حام حول الحمى يوشك أن يقع فيه " خصوصا هذا الأمر الذي في كثير من النفوس أقوى داع إليه.

 

Artinya: “Larangan untuk mendekatinya lebih dalam daripada hanya sekedar larangan dari melakukannya, karena yang demikian itu mencakup larangan tentang seluruh sebab dan sarananya, karena sesungguhnya “Siapa yang berada di sekitar batasan yang diharamkan maka ditakutkan dia akan terperosok ke dalamnya”, terutama perkara ini yang terdapat kebanyakan dari manusia adalah pengajak yang paling kuat kepadanya.” Lihat kitab Taisir Al Karim Ar Rahman.
 
Sabda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam:

 

عَنْ عَبْدِ الله بْنِ مَسْعُودٍ - رضى الله عنه - قَالَ قَالَ النَّبِىُّ - صلى الله عليه وسلم - «لاَ تُبَاشِرِ الْمَرْأَةُ الْمَرْأَةَ فَتَنْعَتَهَا لِزَوْجِهَا، كَأَنَّهُ يَنْظُرُ إِلَيْهَا»

Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallambersabda: “Tidak boleh seorang wanita melihat kepada wanita kemudian dia sifatkan wanita yang dilihatnya tadi kepada suaminya, seakan-akan dia melihatnya.” HR. Bukhari.

Di dalam hadits ini Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang seorang wanita mensifati wanita lain dihadapan suaminya yang membuat suaminya mengkhayal wanita tersebut, mengkahayal saja dilarang apalagi sampai melihatnya dengan mata kepalanya.


Sabda Nabi Muhammad shallalahu’alaihi wasallam

 
عن أبي سعيد الخدري رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : لا يَنْظُرُ الرَّجُلُ إِلَى عَوْرَةِ الرَّجُلِ ، وَلا الْمَرْأَةُ إِلَى عَوْرَةِ الْمَرْأَةِ 
 
Abu Sa’id Al Khudry radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallambersabda: “Seorang lelaki tidak boleh melihat kepada aurat lelaki dan seorang wanita tidak boleh melihat kepada aurat seorang wanita.” HR. Muslim.

Sarana mempunyai hukum seperti hukum tujuan, jika tujuannya haram maka saranya haram:
Berkata Al Izz bin Abdissalam rahimahullah:
 للوسائل أحكام المقاصد فالوسيلة إلى أفضل المقاصد هي أفضل الوسائل والوسيلة إلى أرذل المقاصد هي أرذل الوسائل

Artinya: "Sarana mempunyai hukum seperti tujuan, sarana yang menuju kebaikan maka tujuannya adalah kebaikan dan jika sarana kepada kebrukan maka hukumnya juga kepada keburukan.”
Dan kita ketahui bersama, melihat film porno adalah merupakan sarana tersebarnya akhlak, zina, homoseksual dan perbuatan onani serta perbuatan-perbuatan keji dan kotor lainnya.


Keras hati karena saking seringnya melihat hal yang diharamkan. 

 
KeduaHukum Onani haram berdasarkan pendapat mayoritas ulama dan pendapat yang  kuat, hal berdasarkan dalil:
Firman Allah ta’ala.
{وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ (5) إِلا عَلَى أَزْوَاجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ (6) فَمَنِ ابْتَغَى وَرَاءَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْعَادُونَ (7) } [المؤمنون: 5 - 8]


Artinya: “Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya.” “Kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.” QS. Al Mukminun: 5-8. 

 
2.    Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam:
عَنْ أَبِى ذَرٍّ رضي الله عنه أَنَّ النَّبِىّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « وَفِى بُضْعِ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ ». قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيَأْتِى أَحَدُنَا شَهْوَتَهُ وَيَكُونُ لَهُ فِيهَا أَجْرٌ قَالَ « أَرَأَيْتُمْ لَوْ وَضَعَهَا فِى حَرَامٍ أَكَانَ عَلَيْهِ فِيهَا وِزْرٌ فَكَذَلِكَ إِذَا وَضَعَهَا فِى الْحَلاَلِ كَانَ لَهُ أَجْرٌ ».

Artinya: “Abu Dzarr radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “…dan di dalam hubungan badan kalian terdapat sedekah”, para shahabat bertanya: “wahai Rasulullah, apakah salah seorang diantara kita melampiaskan hawa nafsunya dan dia mendapatkan ganjaran pahala?”, beliau menjawab: “Apa pendapat kalian, jikalau dia meletakkanya pada yang haram bukankah dia mendapat dosa?, maka demikianlah jika meletakkannya pada yang halal maka dia akan mendapatkan pahala.” HR. Muslim.

Dan Onani adalah meletakkan hawa nafsu pada sesuatu yang haram. 

 
3.    Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam:
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رضي الله عنهما قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- لاَ ضَرَرَ وَلاَ ضِرَارَ

Artinya: “Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallambersabda: “Tidak ada bahaya dan tidak membahayakan.” HR. Ibnu Majah.
Dan onani berbahaya baik secara agama ataupun kesehatan.

Bahaya onani dari sisi kesehatan:
1.Ejakulasi dini atau terlalu cepat selesai ketika melakukan hubungan seks yang sebenarnya. Ketika melakukan onani, biasanya orang cenderung melakukannya secara terburu-buru dengan harapan dapat segera mencapai orgasme. Cara onani yang terburu-buru ini akan membiasakan sistem syaraf untuk melakukan seks secara cepat ketika sedang bercinta. Dan hasilnya adalah ejakulasi dini.

2. Gairah seks yang lemah ketika sudah berumah tangga. Keinginan untuk melakukan hubungan seks kadang sangat rendah karena sudah terbiasa melakukan onani ketika masih muda.

3. Orang-orang zaman dulu menyebut onani yang berlebihan akan menyebabkan kebodohan karena selalu membayangkan hal-hal porno dan orientasi pikiran selalu negatif.

4. Badan jadi kurus dan lemah. Karena pikiran selalu negatif dan berpikir yang porno-porno membuat banyak energi yang terkuras. Hal ini menyebabkan badan menjadi kurus kering.

5. Sulit menikmati hubungan seks yang sebenarnya bersama wanita. Karena sejak remaja sudah terbiasa merasakan seks secara manual atau onani. Penis yang terbiasa dengan tekanan tertentu dari tangan menjadi tidak responsif terhadap rangsangan dari vagina

6. Perasaan bersalah karena terlalu sering onani menimbulkan rasa minder dan tidak percaya diri di lingkungan sosial.

7. Bagi wanita muda yang senang masturbasi atau onani bisa merobek lapisan hymen keperawanannya. 

8. Mengalami impotensi atau gagal ereksi ketika berhubungan. Orang yang melakukan onani sudah terbiasa menciptakan rangsangan yang bersifat mental berupa khayalan-khayalan, hal tersebut membuat penis tidak terbiasa dengan rangsangan fisik ketika berhubungan seks yang sebenarnya

9. Jadi sering melamun dan pikiran selalu negatif membuat adaptasi sosial menjadi terbatas. (Sumber: seksualitas.net)


Ketiga: Dan permasalahan shalat Anda, diterima Allah atau tidak? maka jawabannya: tidak ada hubungannya dengan onani secara hukum fikih, asalkan Anda tidak menghalalkan onani.
dan Masalah diterima atau tidak diterima dikembalikan kepada Allah Ta'ala karena Dia-lah satu-satu-Nya yang berhak menerima atau tidak amalan seorang hamba. Wallahu a’lam.



*) Diasuh oleh Ust. Ahmad Zainuddin, Dammam, KSA

Zakat Barang Temuan

Pertanyaan:

Assalaamu alaikum warahmatullahi wabarakaatuh, saya mau bertanya tentang bagaimana menzakati harta temuan.saya sekarang bekerja dinegara asing,tepatnya bekerja di pengolahan pakaian bekas,,,dan didalam pekerjaan saya ini saya sering kali mendapatkan Uang dan pernah juga mendapat emas,, berapakah zakat yang harus saya keluarkan dan bolehkah zakatnya itu saya bayarkan nanti ketika saya sudah kembali ke negara asal..terimakasih,,
 
 

Jawaban:

 
بسم الله الرحمن الرحيم, الحمد لله رب العالمين وصلى الله و سلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين, أما بعد:
 

Saya akan bawakan fatwa dari Syeikh Ibnu Utsaimin rahimahullah (salah satu Ulama Besar Arab Saudi).
 

Pertanyaan:


seseorang mendapatkan harta dengan jumlah 20 Junaih dari perak di dalam sebuah lubang, lalu dia ambil harta ini dan dia gunakan untuk mengobati anaknya dan dia sangat membutuhkannya, apakah berdosa atasnya? Apakah ada zakat di dalamnya (barang temuan)?


Jawaban:


Harta yang terpendam jika ada tanda bahwa dia adalah harta orang terdahulu bukan dari harta kaum muslim, maka ini disebut oleh para ulama sebagai Rikaz dan wajib dikeluarkan 1/5 nya, jadi jika ditemukan rikaz ini dan senilai dengan 5000 misalkan, maka wajib dikeluarkan seribu dan sisanya dia masukkan ke dalam hartanya.
 

Adapun jika harta yang ditemukan di dalam tanah ini tidak ada tanda bahwa dia termasuk harta peninggalan kaum jahiliyyah maka ini dianggap sebagai Luqathah (barang temuan) dicari pemiliknya selam setahun, jika ada maka dialah pemiliknya sedangkan jika tidak ada maka harta luqathah tersebut miliknya (yang menemukannya). [Lihat Majmu’ Fatawa wa Rasail Ibnu Ustaimin 2/bab Zakat Al Hubub wa Ats Tsimar]. Wallahu ‘alam.

Terlampir fatwa beliau dalam teks berbahasa Arab:

 
مجموع فتاوى ورسائل العثيمين (1889)
 
سئل فضيلة الشيخ - رحمه الله تعالى -: شخص وجد مبلغاً من المال يقدر بعشرين جنيهاً من الفضة داخل حفرة، فأخذ هذا المال وصرفه في علاج ابنه وهو في أمس الحاجة، فهل عليه شيء؟ وهل فيه زكاة؟
 
فأجاب فضيلته بقوله: المال المدفون إن كان عليه علامة على أنه مال سابق ليس من أموال المسلمين، فهذا يسمى عند العلماء ركازاً، ويجب إخراج خمسه، فإذا وجد هذا الركاز وهو يساوي خمسة آلاف مثلاً، فالواجب إخراج (ألف)، والباقي له يدخله في ماله.
 
أما إذا كان هذا المال الذي وجده مدفوناً في الأرض ليس فيه دليل على أنه من مدفون الجاهلية الأولى، فإنه يعتبر لقطة يبحث عن صاحبه لمدة سنة فإذا جاء صاحبه وإلا فهو له.


Wallahu a’lam.

 

*) Ditulis oleh Ahmad Zainuddin, 23 Shafar 1433 H Dammam KSA

 

 
 

Kajian Streaming

Langganan Artikel

Masukan Alamat Email Anda:

Delivered by FeedBurner

Pengunjung