Meski Dianggap Anak Durhaka!!!

بسم الله الرحمن الرحيم, الحمد لله رب العالمين وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وىله وصحبه اجمعين, أما بعد:

Semoga tulisan di bawah ini membuat anak tetap tegar, teguh dan istiqamah untuk BERBAKTI KEPADA ORANGTUANYA. WALAU TERKADANG DIANGGAP DURHAKA OLEH ORANGTUANYA...

Wahai Orangtuaku…meski dianggap anak durhaka, Bagaimanapun daku tetap berbakti kepada kalian

Wahai Orangtuaku…meski terkadang daku dianggap anak kurang ajar, padahal daku hanya ingin menasehati kalian dalam kebenaran, meski dianggap kurang ajar, daku tetap berbakti kepada kalian.

Wahai Orangtuaku…meski terkadang daku dianggap sombong, padahal daku hanya ingin menyebutkan hokum perbuatan tersebut adalah maksiat. Meski dianggap sombong, daku tetap berbakti kepada kalian

Wahai Orangtuaku… meski terkadang daku dianggap kurang sopan, padahal daku hanya ingin memilih mana makanan yang baik untuk kesehatan kalian, meski dianggap kurang sopan, daku tetap berbakti kepada kalian.

Wahai Orangtuaku … meski terkadang daku dianggap sok kaya, padahal daku hanya ingin melengkapi kebutuhanku dan keluarga serta kebutuhan kalian, meski dianggap sok kaya, daku tetap berbakti kepada kalian.

Wahai Orangtuaku..meski terkadang daku dianggap memutuskan hubungan dengan kakak adik, padahal daku hanya ingin menasehati mereka agar tidak melakukan kesalahan, meski dianggap memutuskan tali silaturrahmi, daku tetap berbakti kepada kalian.

Wahai Orangtuaku… meski terkadang daku dianggap pilih kasih antara orangtua dengan istri, padahal daku hanya ingin meletakkan semua sesuai dengan aturan yang diatur oleh Islam, tidak terlalu berlebihan dan tidak terlalu meremehkan. meski dianggap pilih kasih, daku tetap berbakti kepada kalian.

HAL ITU SEMUA KARENA ALLAH TA’ALA BERFIRMAN:

وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا

Artinya: “Dan Gaulilah mereka berdua (/orangtua) di dunia dengan kebaikan.”  QS. Luqman:15.

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’dy rahimahullah berkata:

أي: صحبة إحسان إليهما بالمعروف، وأما اتباعهما وهما بحالة الكفر والمعاصي، فلا تتبعهما.

Artinya: “Maksudnya adalah menggauli dengan baik kepada keduanya, adapun mengikuti mereka berdua sedang mereka di dalam keadaan kekafiran dan kemaksiatan, maka jangan kamu mengikuti keduanya.” Lihat kitab Taisir Al Karim Ar Rahman, hal: 648.

MESKI KALIAN MENGANGGAP DIRIKU DURHAKA…TAPI HANYA RIDHA KALIAN BERDUA YANG DAKU HARAP, KARENA RIDHA ALLAH ADA PADA RIDHA KALIAN BERDUA…

 عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « رِضَا الرَّبِّ فِى رِضَا الْوَالِدِ وَسَخَطُ الرَّبِّ فِى سَخَطِ الْوَالِدِ ».

Artinya: “Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash radhiyallahu ‘anhuma berkata: “Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Ridha Allah pada ridha orangtua dan murka Allah pada kemurkaan orangtua.” HR. Tirmidzi.

DITULIS OLEH: Ahmad Zainuddin

Sabtu, 24 Rajab 1435H, Banjarmasin