Dakwah Sunnah | Kajian Ahlu Sunnah Wal Jamaah

Rahimakillah Mama…

Sungguh hati ini sangat sedih dan pilu, air mata tak terbendung, TETAPI Ulun (ananda) tidak mengucapkan kecuali yang diridha Allah Ta'ala...
إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ اللَّهُمَّ عِنْدَكَ احْتَسَبْتُ مُصِيبَتِى هَذِهِ فَأْجُرْنِى عَلَيْهَا.
“Sesungguhnya kita milik Allah dan Sesungguhnya hanya kepadanya kita akan dikembalikan, Wahai Allah, Hanya disisi-Mu aku berharap pahala atas musibahku ini, oleh karenanya berilah pahala atasnya.”

Rahimakillah Mama…
Hari saat jatuh sakit, Pian (engkau) berkata: “36 tahun aku berkerja untuk hidup dunia, salahkah aku jika memperbanyak ibadah dan menuntut ilmu disisa umurku?”, SEMOGA SEGALA IBADAH PIAN (ENGKAU)MAMA DITERIMA ALLAH TA’ALA.
Rahimakillah Mama…
Pertemuan Terakhir, Ulun (ananda) bertanya: “Dzikir apa yang Pian (engkau) baca?”, Pian (engkau) menjawab: “Astaghfirullah, Laa ilaaha illallah”, SEMOGA ITU TANDA HUSNUL KHATIMAH PIAN (ENGKAU).
Ulun berjanji, insya Allah selalu menjadi anak shalih dan selalu mendoakan pian
{رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ} [إبراهيم: 41]
SEMOGA Pian (engkau) selalu merasakan pahala yang terus menerus mengalir walaupun sudah di alam barzakh. Karena ulun (ananda) adalah hasil didikan Pian (engkau) Mama.
Kepada seluruh kaum muslim, saya memohon maaf dan halal atas seluruh kesalahan Mama saya, mohon dimaafkan dan dihalalkan.

 

Kajian Streaming

Langganan Artikel

Masukan Alamat Email Anda:

Delivered by FeedBurner

Pengunjung