Dakwah Sunnah | Kajian Ahlu Sunnah Wal Jamaah

Banggaku Padamu, Ibuku...

بسم الله الرحمن, الحمد لله رب العالمين وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين, أما بعد:    

TULISAN INI UNTUK IBUKU YANG KU BANGGAKAN...
TULISAN INI JUGA UNTUK SEORANG IBU YANG BELUM BISA MEMBACA AL QURAN, SEHINGGA TIDAK BISA MENGAJARI ANAKNYA AL QURAN, YANG AKHIRNYA BISANYA CUMA NYURUH ORANG LAIN MENGAJARI ANAKNYA AL QURAN!!
TULISAN INI JUGA UNTUK IBU YANG LEBIH SUKA MENGAJARI ANAKNYA MENYANYI, BERJOGET, MENARI, MENJADI FOTO MODEL, PERAGAWATI, ARTIS CILIK...DARIPADA AKU BISA MEMBACA DAN MENGHAFAL AL QURAN.

Aku bangga padamu ibu, engkaulah yang mengajariku membaca Al Quran
Aku bangga padamu ibu, engkaulah yang menghafalkan kepadaku Al Quran

Al Quran itu aku akan baca selama hidupku, dengan demikian pahalamu selalu mengalir meskipun engkau telah tiada
sebanyak Al Quran yang ku baca, maka sebanyak itu pula pahala yang engkau dapatkan
karena engkaulah yang mengajariku Al Quran....
karena engaku telah menunjukkan kepada kebaikan ini...
itulah baktiku padamu ibu...

قال رسولُ اللهِ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ : من دلَّ على خيرٍ فلهُ مثلُ أجرِ فاعلِه

Artinya: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa yang menunjukkan maka baginya seperti pahala pelakunya." HR. Muslim

Al Quran itu akan selalu aku hafal..
sehingga engkau dan bapak akan mendapatkan dua jubah dari surga
karena engkaulah yang mengajari dan menghafalkan kepadaku Al Quran

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَجِيءُ الْقُرْآنُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كَالرَّجُلِ الشَّاحِبِ فَيَقُولُ لِصَاحِبِهِ فَيَقُولُ لَهُ هَلْ تَعْرِفُنِي فَيَقُولُ مَا أَعْرِفُكَ فَيَقُولُ أَنَا صَاحِبُكَ الْقُرْآنُ الَّذِي أَظْمَأْتُكَ فِي الْهَوَاجِرِ وَأَسْهَرْتُ لَيْلَكَ وَإِنَّ كُلَّ تَاجِرٍ مِنْ وَرَاءِ تِجَارَتِهِ وَإِنَّكَ الْيَوْمَ مِنْ وَرَاءِ كُلِّ تِجَارَةٍ فَيُعْطَى الْمُلْكَ بِيَمِينِهِ وَالْخُلْدَ بِشِمَالِهِ وَيُوضَعُ عَلَى رَأْسِهِ تَاجُ الْوَقَارِ وَيُكْسَى وَالِدَاهُ حُلَّتَيْنِ لَا يُقَوَّمُ لَهُمَا الدُّنْيَا فَيَقُولَانِ بِمَ كُسِينَا هَذَا وَيُقَالُ لَهُمَا بِتعليم وَلَدِكُمَا الْقُرْآنَ

Artinya: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Akan datang Al Quran pada hari kiamat seperti seorang yang kenal, ia berkata untuk pembacanya: "Apakah kamu mengenalku? aku adalah yang membuatmu begadang pada malam harimu, yang telah membuatmu tidak istirahat pada siangharimu. dan sesungguhnya seorang pedagang dari belakang perdagangannya (ada keuntungan-pen), pada hari ini aku adalah milikmu dari setiap perdagangan maka akhirnya diberikan kepadanya kekusaan pada tangan kanannya dan kekekalan pada tangan kirinya, diletakkan di atas kepalanya mahkota kewibawaan, dan akan dipakaikan dua jubah kepada kedua orangtunya, yang tidak dapat dinilai dengan dunia dan seisinya, lalu kedua (orangtuanya) berkata: "Wahai Rabbku, bagaimana kami bisa mendapatkan ini?", mereka berdua dijawab: "Karena sebab pengajaran kalian berdua Al Quran terhadap ana kalian." lihat Kitab Silsilah Al Ahadits Ash Shahihah, no 2829.

Ditulis oleh seorang yang melihat seorang ibu dengan gigihnya mengajari anaknya Al Quran
Ahmad Zainuddin

Sabtui, 13 Dzulqa'dah 1433H, Dammam KSA

Mencari yang Berbakat Boleh, tapi Jangan Jual Aurat

بسم الله الرحمن الرحيم, الحمد لله رب العالمين وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين, أما بعد:

Kemana Bapak dari Anak perempuan itu?
Kemana Kakak dan Adik perempuan itu?
Kemana Suami dari perempuan itu?
Kemana Ibu dan orangtua perempuan itu?
KEMANA RASA CEMBURU ITU?, KEMANA RASA TANGGUNGJAWAB ITU? KEMANA RASA KASIH SAYANG TERHADAP Ana? KEMANA RASA PENJAGAAN ANAK PEREMPUAN YANG SUDAH ANDA KANDUNG, LAHIRKAN, TETAPI SETELAH DEWASA DIBUANG, DISEDIAKAN UNTUK SEMUA LELAKI, DITATAP, DINIKMATI, DISAJIKAN BAGAIKAN MAKANAN SIAPA SAJA BOLEH MENYINYIPINYA?!!
Pertanyaan-pertanyaan yang pertama-tama muncul ketika saudariku-saudariku muslimah, ingin memperlihatkan dirinya berbakat, berprestasi dan sukses di hadapan orang banyak, TETAPI SANGAT DISAYANGKAN, HAL ITU IA BAYAR DENGAN CARA MENGUMBAR, MENJUAL AURAT DI HADAPAN SEMUA ORANG BAHKAN SAMPAI LALATPUN BISA MENIKMATI MULUS KULITNYA… SUNGGUH TERLALU!!!
Dalam tulisan ini saya hanya ingin mengingatkan beberapa hal:

Selengkapnya...

“Dulu Ibu Naksir dari Bapak Apanya?”

بسم الله الرحمن الرحيم, الحمد لله رب العالمين وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين, أما بعد:

Cerita nyata; seorang anak jika berbicara dengan orangtuanya sangat suka menjadikan orangtuanya gembira, tersenyum bahkan kadang tidak sedikit, menjadikan mereka terbahak-bahak tertawa.
Sampai pernah ia bertanya kepada ibunya, padahal ibunya sudah berumur 50 an: “Bu…dulu, ibu naksir dari bapak apanya?”, si ibu yang ditanya, langsung tersipu malu dan lalu beliau tertawa terbahak-bahak dan menjawab dengan penuh bata-bata dalam katanya: “Apa yo…mungkin sudah jodoh kali…”
Bagi si anak ini menjadikan orangtua  bahagia, bisa tersenyum, ceria adalah merupakan ibadah yang ia berharap pahala darinya.
Setelah mendengar cerita ini, penulis menulis tulisan ini:

Selengkapnya...

Wahai suamiku, telah kamu jadikan apa diriku?!

بسم الله الرحمن الرحيم, الحمد لله رب العالمين وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين, أما بعد:

Kamu biarkan aku shalat tidak tepat waktu, bahkan terkadang tidak shalat, apalagi sampai shalat tahajjud
Kamu biarkan aku jarang membaca Al Quran, bahkan terkadang ku tinggalkan Al Quran, apalagi sampai mengkhatamkannya
Kamu biarkan aku terlalu sibuk dengan televisi, menonton dan mendengarkan hal-hal yang cenderung dosa dan kurang bermanfaat.
Kamu biarkan aku keluar dengan membuka aurat bahkan terkadang terlalu menggoda lelaki yang bukan mahramku
Bukankah aku menikahimu dengan niat; agar aku lebih baik daripada sebelumnya, agar aku dididik oleh suamiku, karena Allah ta’ala berfirman:

{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا } [التحريم: 6]

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka….”QS. At Tahrim:6.
Wahai suamiku, telah kamu jadikan apa diriku?!
Kamu telah memasukkan ke dalam rumahmu barang-barang yang dengannya menggiringku ke dalam maksiat dan dosa.
Kamu telah membelikanku sesuatu yang dengannya aku sangat jauh dari ketaatan kepada Allah Ta’ala.
Wahai suamiku, tidakkah kamu takut masuk ke dalam hadits ini:

مَا مِنْ عَبْدٍ يَسْتَرْعِيهِ اللَّهُ رَعِيَّةً يَمُوتُ يَوْمَ يَمُوتُ وَهُوَ غَاشٌّ لِرَعِيَّتِهِ إِلاَّ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ   

Artinya: “Tidak ada seorang hamba yang Allah pimpinkan kepadanya orang-orang, ia meninggal dalam keadaan ia menipu orang-orang yang dipimpinnya, kecuali Allah Ta’ala telah mengharamkan atasnya surga.” HR. Muslim
Wahai suamiku, telah kamu jadikan apa diriku?!

Dari suami untuk sesama suami

Ahmad Zainuddin
Selasa, 16 Dzulqa’dah 1433H, Dammam KSA      

Sedikit-sedikit: “Saya Cerai Kamu, Saya Talak Kamu!”

بسم الله الرحمن الرحيم, الحمد لله رب العالمين وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين, أما بعد:

Ada berita yang menyebutkan: “Tercatat berdasarkan data tahun 2010 dari Dirjen Bimas Islam Kementrian Agama RI, dari dua juta orang yang menikah, ada 285.184 perkara yang berakhir dengan perceraian.
Hal ini juga tercatat dalam situs BKKBN yang mencatat ada lebih dari 200.000 kasus perceraian di Indonesia setiap tahun, dan saat ini ternyata angka perceraian tersebut telah mencapai rekor tertinggi se-Asia Pasifik.”
Ada berita lain yang menyebutkan: “Angka perceraian pasangan di Indonesia terus meningkat drastis. Badan Urusan Peradilan Agama (Badilag) Mahkamah Agung (MA) mencatat selama periode 2005 hingga 2010 terjadi peningkatan perceraian hingga 70 persen.
Dirjen Badilag MA, Wahyu Widiana, mengatakan tingkat perceraian sejak 2005 terus meningkat di atas 10 persen setiap tahunnya.”
Ada berita lain lagi yang menyebutkan: “Jumlah perceraian di Indonesia semakin meningkat. Data Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung (Ditjen Badilag MA), kurun 2010 ada 285.184 perkara yang berakhir dengan perceraian ke Pengadilan Agama se-Indonesia. Angka tersebut merupakan angka tertinggi sejak 5 tahun terakhir.”
Berdasarkan tiga berita tersebut, semoga hal-hal berikut bermanfaat untuk keluarga muslim;

Selengkapnya...

Seorang Istri berkata: “Tiga aja dulu…”

بسم الله الرحمن الرحيم, الحمد لله رب العالمين وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين, أما بعد:

Diceritakan dengan nyata bahwa seorang istri terlihat kecapekan dan keletihan, berkata kepada suaminya: “Tiga aja dulu…”

Maksud dari perkataan si istri adalah, setelah kelahiran bayi yang ketiga ini, cukup dulu untuk menambah anaknya.

Pertanyaan bolehkah perkataan si istri ini? Bagaimana ditinjau dari ayat-ayat suci Al Quran dan hadits Rasulullah shallallahu ‘alaih wasallam?

Selengkapnya...

Ingin Dapat yang Shalihah atau yang Shalih...? Ngaca dong…!

بسم الله الرحمن الرحيم, الحمد لله رب العالمين وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين, أما بعد:

Tulisan ini mengajak kepada siapa saja yang ingin mendapatkan istri yang shalihah hendaknya ia menjadi sosok lelaki yang beriman dan bertakwa

Dan sebaliknya,

Siapa saja yang ingin mendapatkan suami yang shalih hendaknya ia menjadi sosok wanita yang beriman dan bertakwa.

Selengkapnya...

 

Kajian Streaming

Langganan Artikel

Masukan Alamat Email Anda:

Delivered by FeedBurner

Pengunjung