Dakwah Sunnah | Kajian Ahlu Sunnah Wal Jamaah

MENGAMALKAN ILMU ADALAH TANDA KECERDASAN DAN KEPINTARAN

 بسم الله الرحمن الرحيم, الحمد لله رب العالمين وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين, أما بعد:

Saudaraku Seiman…

Betapa banyak sebagian orang sudah mengikuti pengajian, mengikuti banyak majelis ilmu, tetapi kenapa hati-hati terasa kosong, hampa dan kurang merasakan lezatnya ilmu tersebut.

Salah satu penyebabnya adalah ilmu yang di dapat tidak diamalkan.

 

«قَالَ سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ «لَيْسَ الْعَاقِلُ الَّذِي يَعْرِفُ الْخَيْرَ وَالشَّرَّ وَلَكِنَّ الْعَاقِلَ الَّذِي يَعْرِفُ الْخَيْرَ فَيَتَّبِعُهُ، وَيَعْرِفُ الشَّرَّ فَيَتَجَنَّبُهُ»

Berkata Sufyan bin Uyainah rahimahullah (w: 161H): “Bukanlah seorang yang pintar yang mengetahui kebaikan dan keburukan, akan tetapi seorang yang pintar adalah seorang yang mengetahui kebaikan lalu ia mengikutinya dan mengetahui keburukan lalu ia meninggalkannya.” Lihat kitab Al ‘Aql wa fadhluhu, karya Ibnu Abid Dunya.

Para Ulama Salaf mengatakan:

" يَا حَمَلَةَ الْعِلْمِ اعْمَلُوا بِهِ، فَإِنَّمَا الْعَالِمُ مَنْ عَمِلَ بِمَا عَلِمَ وَوَافَقَ عِلْمُهُ عَمَلَهُ، وَسَيَكُونُ أَقْوَامٌ يَحْمِلُونَ الْعِلْمَ لاَ يُجَاوِزُ تَرَاقِيَهُمْ، يُخَالِفُ عَمَلُهُمْ عِلْمَهُمْ وَتُخَالِفُ سَرِيرَتُهُمْ عَلاَنِيَتَهُمْ يَجْلِسُونَ حِلَقاً فَيُبَاهِى بَعْضُهُمْ بَعْضاً حَتَّى إِنَّ الرَّجُلَ لَيَغْضَبُ عَلَى جَلِيسِهِ أَنْ يَجْلِسَ إِلَى غَيْرِهِ وَيَدَعَهُ، أُولَئِكَ لاَ تَصْعَدُ أَعْمَالُهُمْ فِى مَجَالِسِهِمْ تِلْكَ إِلَى اللَّهِ."

“Wahai para pembawa ilmu, amalkanlah ia, karena sesungguhnya orang yang berilmu adalah hanya yang beramal dengan apa yang ia ilmui dan sesuai ilmunya dengan amalnya, dan akan ada orang-orang yang membawa ilmu tidak sampai kepada kerongkongan mereka, perbuatan mereka menyelisihi ilmu mereka, rahasia mereka menyelisihi keadaan nyata, mereka duduk bermajelis-majelis lalu sebagian mereka membanggakan diri terhadap sebagian yang lain, sampai-sampai sesungguhnya seseorang benar-benar marah atas kawan duduknya yang duduk kepada selainnya dan meninggalkannya, mereka itulah yang amalan mereka di dalam majelis-majelis mereka tidak sampai kepada Allah.” Lihat hasyiah (catatan kaki) kitab Tadzkirat As Sami’ wal Mutakallim, hal. 16-17.

وقال الزهري : " إن للعلم غوائل، فمن غوائله أن يترك العمل به حتى يذهب ، ومن غوائله النسيان ، ومن غوائله الكذب فيه ، وهو شر غوائله" .

Az Zuhry berkata: “Sesungguhnya ilmu memiliki perubahan-perubahan, maka termasuk dari perubahannya adalah meninggalkan untuk mengamalkannya sampai hilang (ilmu tersebut) dan termasuk dari perubahannya adalah lupa dan termasuk perubahannya adalah berdusta di dalamnya dan ia adalah perubahan yang paling buruk.” Lihat Kitab Jami’ Al Ulum Wa Al Bayan, 1/107-108.

وسئل سفيان الثوري: طلب العلم أحبّ إليك أو العمل؟ فقال: " إنما يراد العلم للعمل، فلا تدع طلب العلم للعمل، ولا تدع العمل لطلب العلم " .

Sufyan bin Masruq Ats Tsaury rahimahullah ditanya: “Manakah yang paling kamu sukai, menuntut ilmu atau mengamalkannya?”, beliau menjawab: “Sesungguhnya ilmu dituntun agar diamalkan maka janganlah meninggalkan menuntut ilmu untuk beramal dan jangan tinggalkan amal untuk menunut ilmu.” Lihat Kitab Hilyat Al Awliya, 7/12.

Ditulis oleh Ahmad Zainuddin

Jumat, 16 Rajab 1435H, Banjarmasin.

 

Kajian Streaming

Langganan Artikel

Masukan Alamat Email Anda:

Delivered by FeedBurner

Pengunjung